Ketua LSM Suluh Kuansing kembali mengadukan persoalan pembangunan tiga pilar di Kuansing ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, hal ini dibenarkan oleh Ketua LSM Suluh Kuansing, NERDI WANTOMES, SH, melalui sambun">
 
Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi
 
Ketua LSM Suluh kembali laporkan dugaaan korupsi Pembangunan Tiga Pilar di Kuansing

Dibaca sebanyak 927 kali
Kuansing | | Jumat, 29/12/2017 | 18:25:41 WIB
 
Nerdi Wantomes, SH ( Ketua LSM Suluh Kuansing) saat berapa di gedung KPK di Jakarta
TELUK KUANTAN, RIAUGLOBAL.COM - Ketua LSM Suluh Kuansing kembali mengadukan persoalan pembangunan tiga pilar di Kuansing ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, hal ini dibenarkan oleh Ketua LSM Suluh Kuansing, NERDI WANTOMES, SH, melalui sambungan telp selulernya kepada RiauGlobal.com, pada Jum'at, 29/12/2017 siang.

inilah isi laporan Nerdi Wantomes ke KPK : Melalui surat resmi ini kami datang untuk menyampaikan pengaduan masyarakat terkait Mega Proyek Tiga Pilar  Kabupaten Kuantan Singingi, yang menurut analisa kami setelah melakukan cross chek / audiensi  dilapangan dapat kami simpulkan bahwa pada Mega Proyek Tiga Pilar tersebut “kuat dugaan” adanya indikasi Korupsi  yang mana Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi di APBD tahun 2014 menganggarkan Pembangunan Mega Proyek yang dapat kami jelaskan dalam kronologis  sebagai berikut :
 
1. Proyek Pembangunan Pasar Tradisional berbasis modern dengan nilai anggaran
Rp 44.  103.554.000,00 TA 2014 Sumber dana APBD Kabupaten Kuantan Singingi.
Pembangunan Proyek pasar Tradisional yang berbasis Modern yang ada di lahan seluas 85.492 M2 Lokasi Jl. Tuanku Tambusai Desa Koto Teluk Kuantan, Kegiatan ini di lakukan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kuantan Singingi Di mulai tanggal 12 Mei 2014 No. Kontrak 640/KONT/CKTR-PA/201409.43 masa pekerjaan 210 Hari Kalender, Kontraktor Pelaksana PT. Gunakarya Nusantara.

2. Pembangunan Proyek Hotel Kuansing Anggaran yang di anggarkan  yaitu Rp 47.784.400.000,00 TA 2014 Sumber dana APBD Kabupaten Kuantan Singingi No. Kontrak 641/KONT/CKTR-PA/2014/09.43 masa waktu pekerjaan 210 hari kalender, sebagai Kontraktor Pelaksana PT. Waskita Karya ( Persero) Tbk.  Luas bangunan 21.156,30 M2. Lokasi Simpang Jalan Proklamasi Jl Abdul Rauf Kel. Sei Jering Teluk Kuantan.
 
3. Proyek Pembangunan Universitas Islam Kuantan Singingi dengan nilai anggaran
Rp 48.947.285.000 TA 2014 Sumber dana APBD Kabupaten Kuantan Singingi, Luas   bangunan 34.816 M2,  Lokasi Desa Beringin  Kec. Kuantan Tengah
Dari ketiga proyek tersebut ada lagi yang di sembunyikan oleh pihak terkait yaitu luas bangunan Pasar Tradisional yang berbasis Modern yang ada dalam pengumuman Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kuantan Singingi tentang izin lingkungan Nomor : 660/BLH-PPLH/2014/II yang ada cuma luas lahan, padahal kita sama mengetahui bahwa proyek ini proyek pembangunan pasar tradisional pasar berbasis modern.
  
Setelah kami pelajari ternyata pada awalnya kegiatan tersebut diatas tidak  tertampung dalam RPJMD 2011 -2016, namun diajukan perubahan Perda RPJMD  2011 -2016 setelah dimulainya Pembangunan Proyek ( tidak sesuai mekanisme perencanaan ).
 
a. Pasar Tradisional Berbasis Moderen
 
PT. Gunakarya Nusantara sebagai pelaksana terdaftar dalam daftar hitam ( Blacklist) di lembaga kebijakan Pengadaan Barang  dan jasa Pemerintah ( LKPP) di inaproc atau website lelang Nasional milik pemerintah tanggal 30 Desember 2013 s/d 29 desember 2015, namun Perusahaan ini diloloskan dalam  mengikuti lelang di Kuantan Singingi, dan menjadi perbandingannya adalah PT. Gunakarya Nusantara di dalam kegiatan lelang di ULP ( Unit Layanan Pengadaan) barang/ jasa Kabupaten Indragiri Hulu membatalkan PT. Gunakarya Nusantara sebagai pemenang tender dalam kegiatan pembangunan Gedung Kantor Bupati Kab. Indragiri Hulu tersebut dengan No. Pengumuman 21/pokja III-ULP/Konst/PGK/PU-CK/2014 dalam berita acara pembatalan.
Dalam kegiatan pelaksanaannya sudah banyak kejanggalan-kejanggalan. LSM SULUH KUANSING mulai memantau dari pertengahan kegiatan terjadi keterlambatan-keterlambatan, baik berupa material maupun jumlah pekerja/ tukang tidak seimbang dengan besarnya proyek yang dikerjakan.
Dalam pantauan LSM SULUH KUANSING seringnnya terjadi kekacauan dan tidak amannya lokasi Proyek. Bahan dan material di lokasi sering hilang. Karena pagar proyek terpasang cuma di sisi depan dan samping kiri Proyek. Dan pagar di sisi depan memakai seng bekas. Plang Proyek di pasang  lebih kurang 1   ( satu minggu) setelah itu hilang dan besar kemungkinan disengajakan.

Dalam penelusuran LSM Suluh Kuansing banyaknya tukang yang mengeluh karena tidak dibayarnya upah oleh Pemborong, demikian juga rekanan pemborong  banyak yang tidak dibayarkan lalu mereka mencuri barang-barang yang masih bisa mereka manfaatkan dengan alasan upah mereka belum terbayarkan.
Waktu pekerjaan sudah habis, waktu kontrak sudah selesai tapi item pekerjaan pokok belum juga tampak, semakin jelas keliatan pekerjaan ini asal jadi, bagus dan baiknya pekerjaan jauh dari harapan.

Pada Anggaran 2015 kembali di keluarkan 5 milyar dari APBD
LSM SULUH KUANSING mulai menyurati pelaksana PT. Gunakarya Nusantara untuk melihat lebih jauh speksifikasi pekerjaan dan data teknik pekerjaan. Namun tidak pernah terjawab, setelah itu kami menyurati Dinas CKTR untuk meminta data teknis, dan sampai surat ini di buat data, yang yang minta dari Pengguna Anggaran dan Pelaksana tidak terkabulkan. Ketidakjelasan  ganti kerugian pembebasan lahan Pasar Tradisonal berbasis modern dan tidak dibuatkan anggaran pada tahun 2010/2011 untuk lahan tersebut dan seperti apa pembebasannya masyarakat tidak mengetahui.
 
 
b. Pembangunan Hotel Kuantan Singingi
 Pembangunan Hotel Kuansing tidak memiliki dasar atau Legalitas yang kuat, karena menurut LSM SULUH KUANSING akan menjadi beban APBD kedepan dalam pemeliharan serta  pengelolahannya,  karena BUMD belum terbentuk di Kuansing, saat itu sedangkan untuk menaikan PAD kuansing melalui pembangunan Hotel dari Analisa LSM suluh Kuansing tidak masuk logika karena Wisma jalur Kuasing yang sudah ada tidak terkelola dengan baik dan kurangnya memberikan kontribusi yang terhadap PAD, karena Teluk kuantan hanya memiliki satu event objek wisata pacu jalur dalam 1 tahun sedangkan Hotel memerlukan biaya perawatan dan operasional setiap harinya, objek wisata yang ada di kuantan singingi   belum maksimal di publiksikan kepada masyarakat luas, dan panorama Alam dan keindahan alam kuansing belum menjadi minat para wisatawan lokal maupun lingkup Nasional apalagi internasional. Tahun 2015 penambahan Anggaran untuk pembangunan Proyek Hotel Kuansing ini sebesar  13 Milyar, apakah anggaran ini untuk fasilitas seperti meubeler interior dan eksterior Hotel atau masih dalam pembuatan gedung Hotel, karena kami belum dapatkan informasi dari CKTR.
Dalam perencanaan study kelayakan  pembangunan Hotel Kuansing di areal Wisma Jalur jalan Kesehatan pinggir batang Kuantan, karena akan berhadapan lansung dengan panorama sungai batang Kuantan, tetapi realisasi pembangunannya dipindahkan ke jalan Proklamasi samping Abdul Rauf,  ini menyalahi dari DED ( Detail Engeering Design) atau perencanaan teknis pekerjaan,  ini ada hubungannya dengan pembebebasan lahannya ada bentuk kepentingan.
  
c. Pembangunan Universitas Islam Kuansing ( UNIKS)
 LSM Suluh Kuansing melihat secara gamblang, kami LSM SULUH KUANSING tidak bisa mejelaskan No. Kontrak dan masa kontrak, karena Papan Plang tidak kami temukan selama kami memantau dalam pekerjaan Proyek,  pembangunan kampus Uniks ini jauh dari harapan karena  Pembangunan Gedung UNIKS ini  akan dihibahkan ke Yayasan dengan anggaran sebesar Rp. 48. 947.285 di tahun 2015 setelah anggarkan lagi sebanyak 28 Milyar lebih, apakah dana ini untuk menyambung dari pada pembangunan yang belum selesai? Atau memang ada perubahan teknis dari pekerjaan ini, LSM SULUH KUANSING belum menerima hasil layangan surat ke dinas CKTR, dan kami pun belum mendapatkan data yang kongkrit dan akurat dari hal tersebut dari CKTR Kalau sekiranya hal ini ada benarnya maka kami sebagai bagian masyarakat Kuansing yang peduli dengan penggunaan anggaran APBD dan kami  sudah 2 kali menyurati pihak CKTR tapi sengaja pihak  terkait  menutup data  teknis dan kontrak pekerjaan. Terkait  dari pemberitaan di beberapa Media pihak CKTR  dan Pemda mengungkapkan bahwa pembangunan ketiga pilar ini tuntas di akhir Tahun  Anggaran 2014 namun tidak selesai. Uniks adalah bentuk Yayasan, pembangunan dan pemprakasa dari pembangunannya dilakukan oleh Pemda Kuansing dalam hal ini Cipta Karya dan Tata Ruang seperti apakah mekanisme Pemerintah daerah menghibahkan gedung yang menelan puluhan Milyar untuk yayasan ?
 
Analisa dan Pertimbangan Dugaan Korupsi dapat kami simpulkan sebagai berikut :
 
Pada pelaksanaannya pembangunan Mega Proyek ini tidak selesai dalam satu tahun anggaran pada 2014 dan dilaksanakan penambahan waktu 50 hari kalender pada tahun 2015, namun di pandang tidak selesai walaupun demikian telah dilaksanakan pembayaran terhadap beberapa pelaksanaan pekerjaan.
 
Pada APBD Tahun 2015 dianggarkan dan dilaksanakan pekerjaan tambahan pada Hotel sebesar  Rp. 12.593.428.000 dan gedung Universitas ( UNIKS ) sebesar  Rp. 28.343.214.000 namun kedua Proyek tersebut tidak selesai dan putus kontrak, yang menurut hemat kami (LSM SULUH KUANSING) seharusnya tambahan pekerjaan tidak dilaksanakan karena hasil pekerjaan tahun 2014 belum dilakukan audit pekerjaan atas pembayaran yang telah dilakukan.
 
Pada tahun 2015 menurut keterangan yang kami terima ketiga proyek tersebut telah selesai namun dengan beberapa permasalahan karena ada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK)  yang mengundurkan diri dan Pengguna Anggaran (PA) tidak mau menandatangani dokumen pembayaran dengan alasan  yang tidak kami ketahui sebagai LSM.
 
Pada Tahun 2015 hasil Pemeriksaan BPK tidak ada pengakuan hutang terhadap Tiga Proyek tersebut dan rekomendasi BPK yaitu agar pihak rekanan membayar hutang denda keterlambatan penyelesaian pembangunan dan melaksanakan audit teknis terkait pekerjaan terhadap pembayaran yang dilakukan.
 
Pada tahun 2015 pada APBD perubahan  Pemerintah Daerah menganggarkan pembayaran utang  tiga kegiatan tersebut namun tidak terlaksana dengan alasan belum ada audit teknis dan tidak ada Pejabat yang mau menandatangani administrasi pembayaran ketiga kegiatan tersebut.
 
 Pada APBD Murni Tahun 2016 utang tersebut tidak dianggarkan, namun pada periode awal pemerintahan sekarang ( Mursini –Halim) DPRD mendesak untuk dilakukan penganggaran tersebut padahal sesuai rekomendasi BPK untuk pemeriksaan perubahan kegiatan tahun 2014 padahal  dibutir 4 sudah dikatakan kegiatan tersebut telah selesai tidak ada pengakuan hutang dan belum ada audit teknis. Terkait besaran sisa hutang yang harus di bayar, sehingga pembahasan Perubahan APBD pada saat tersebut terlambat dan dengan pertimbangan untuk kondusifnya daerah pihak pemerintahan sekarang ( Mursini- Halim) menyetujui penganggaran dengan catatan dilakukannya audit teknis terlebih dahulu.
 
Pada tahun 2016 kekurangan pembayaran Mega Proyek ini  tidak dilaksanakan karena audit teknis tidak jadi dilaksanakan, yang menjadi salah satu kendala  dalam penyusunan APBD karena tidak memiliki dasar penganggarannya. Tetapi dari pihak DPRD yang mana ketuanya adalah anak dari mantan Bupati sebelumnya  mendesak di anggarkan tidak tercapainya kesepakatan antara Pemerintah dengan DPRD.
 
Tahun 2017 pemerintah mengganggarkan untuk pembayaran  utang tetapi tetap berdasarkan hasil audit  terlebih dahulu.
 
Dalam Perjalanan BPKP  telah melakukan audit teknis dimana terdapat banyak  temuan  kelebihan pembayaran yang tidak sesuai dengan nilai pekerjaan atau bobot pekerjan, kewajiban untuk melakukan perbaikan kekurangan dan kewajiban membayar denda akan dilakukan namun timbul persalahan Pejabat terdahulu tidak mau melaksanakan tindak lanjut audit BPKP dengan alasan yang tidak jelas.
 
Temuan terakhir kami sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat  Suluh Kuansing kondisi terkini dari mega Proyek ini sangat memprihatinkan karena tidak terselesaikan, dan sebagian bagunan ini sudah b anyak yang rusak dan hilang yang tidak sesuai dengan nilai bangunan yang di bayarkan. Dari awal pembangunan ini  tidak sesuai dengan perencanaan yang menghabiskan uang rakyat.
 
Dalam laporan pengaduan ini kami lampirkan data-data pendukung yang dapat menjadi acuan dan bukti dalam Penyelidikan dan Penyidikan  oleh Pihak Komisi Pemerantasan Korupsi Republik Indonesia.
 
1.Hasil audit BPKP Hotel dan UNIKS
2.Kontrak Pembangunan Hotel
3.Addendum Kontrak & Addendum Final Kontrak
4.Daftar Rincian Kuantitas dan harga Add Kontrak Pertama Kegiatan Pembangunan
  Hotel Kuantan Singingi.
5.Berita Acara Addendum Kontrak  Pertama surat perjanjian pelaksanaan pekerjaan
  kegiatan pembangunan Uniks  Nomor: 640/ BA / CKTR- PA / 2014/ tanggal :03 Juni 2014.
6.Jastifikasi Teknik Hotel
7.Jastifikasi Baja Hotel
8.Daftar Rincian  pekerjaan UNIKS ( Arsitektur, ME, Struktur,) dalam BQ
- Bangunan Rektorat
- Bangunan Fakultas
- Ruang Pustaka
- Bangunan Masjid
- Pos
- Landscape
- Interior Gedung Fakultas
9. Foto- foto Kegiatan pembangunan Proyek
10.Berita Media Tentang Tiga Pilar
11.Foto-Foto Bagunan dalam Kondisi terkini
 
Bahwa apabila kita patut dan menjunjung tinggi hukum sebagaimana dituangkan di dalam Undang – Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta hukum lain yang berkaitan dengan penyelenggara Negara yang objeknya adalah manusia, maka tidaklah terlepas dalam penegakkan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku terhadap orang-orang yang melanggarnya baik Pidana maupun Perdatanya, sehingga kedudukan dan kepastian hukum itu sendiri dapat tercermin dan tunduk pada hukum.


Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

 


Sabtu, 21/04/2018 - 14:27:41 WIB
Sekda Kuansing , Dianto Mampanini Pimpin Apel Pagi Perdana dan Di Lingkup Sekretariat Daerah

Sabtu, 21/04/2018 - 14:24:40 WIB
Bupati Mursini Buka Workshop Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Daerah

Sabtu, 21/04/2018 - 14:18:59 WIB
Pemerintah Tetap Tanggapi Kasus Dugaan SPJ Fiktif Sesuai Aturan

Jumat, 06/04/2018 - 11:09:24 WIB
Bupati Mursini Apresiasi Festival Pasar Seni 2018

Jumat, 06/04/2018 - 11:04:26 WIB
Bunda PAUD Kuansing Emi Safitri Resmikan 9 Gedung PAUD Di Kuantan Hilir Seberang

Jumat, 06/04/2018 - 10:49:49 WIB
Tidak kenal lelah, Baznas Kuansing terus lakukan sosialisasi

Jumat, 30/03/2018 - 14:38:35 WIB
Humas Dan Wartawan Kuansing Berkunjung Ke Kantor Harian Singgalang Padang

Jumat, 30/03/2018 - 14:28:37 WIB
Masyarakat Pulau Komang Sentajo berbondong-bondong menghadiri kampanye H. Syamsuar

Selasa, 20/03/2018 - 11:46:08 WIB
Pemkab Kuansing Teken MoU dengan PISA Thailand

Selasa, 20/03/2018 - 11:41:25 WIB
Bupati Mursini Harapkan Evaluasi Kinerja Dan Tingkatkan Disiplin ASN

Selasa, 20/03/2018 - 11:37:49 WIB
Pemkab Kuansing Apresiasi Latihan Kepemimpinan Rumah Pergerakan Bangun Desa (RPBD)

Selasa, 20/03/2018 - 11:33:46 WIB
Bupati Kuansing Mursini Melayur Jalur Rimbo Sakti Sialang Batuah di Logas Tanah Darat

Selasa, 20/03/2018 - 11:29:00 WIB
Plt. Sekda Muharlius Resmi Lantik Pengurus Ikatan Sarjana Peduli Pendidikan (ISPP) Kuansing

Selasa, 20/03/2018 - 11:24:33 WIB
Bupati Kuansing Hadiri Temu Teknis Penyuluh Pertanian di Lingkup Dinas Pertanian se-Kuansing

Selasa, 20/03/2018 - 11:21:04 WIB
Wabup Kuansing H. Halim Hadiri Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua PN Rengat

 
HOME | UTAMA
Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi © 2016