Senin, 11 Desember 2017 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

17:21 WIB - PT. SVI Sering Makan Korban Karna Mengambil Photo | 17:21 WIB - Abdul Rahim,Berharap Masyarakat Berperan Aktif Mengawasi Anggaran Dana Desa. | 17:21 WIB - FKPS Kembali Santuni Warga Miskin, Lansia dan Janda di Air Raya | 17:21 WIB - Indra Joni Minta Kades di Natuna Gunakan Anggaran Desa Sesuai Regulasi | 17:21 WIB - Rakernis PKH Resmi Dibuka Kadis Sosial | 17:21 WIB - Cabuli Bocah 7 Tahun , Pria Tanggung Didesa Semunai Dibekuk Polisi
Nasional / Rudy Tianda Hadir Pada Pertemuan Di Kejari Bahas Rp.43 Milyar

Kasus PPJ non PLN oleh PT.RPE
Rudy Tianda Hadir Pada Pertemuan Di Kejari Bahas Rp.43 Milyar

Nasional - - Kamis, 27/04/2017 - 13:16:52 WIB
Pelalawan,(Riau-Global.Com)

Akhirnya Rudy Tianda, salah seorang petinggi PT.RPE hadir pada rapat tertutup antara Kejari,Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Pelalawan dengan pihak PT.RPE yang dilaksanakan di Kejari Pangkalan Kerinci, Selasa(25/04/17) bertempat diruangan Kasi Datun Kejari Pangkalan Kerinci.

Devitson SH MH, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Pelalawan mengatakan,Rabu(26/4/17) rapat terkait PPJ Non PLN di Kejari kemaren  sudah berlangsung yang dihadiri Rudy Tianda, Mabrur yang sudah Top Management lainnya. Kami membicarakan terkait kasus PPJ non PLN yang dilakukan PT.RPE, walaupun kemaren Sekeretaris yang saya utus ke Kejari pada rapat tersebut.

Pada rapat saya menyayangkan pihak RPE akan berencana membayar Rp.7 Milyar dengan menyicil Rp.500 juta/Bulan dan mengatakan menurut hitungan mereka hutang PPJnon PLN RPE hanya Rp. 9,2 Milyar bukan seperti yang disebut selama ini yakni Rp.43 Milyar.

Devitson juga heran, mengapa angka tersebut terpaut jauh antara hitungan RPE dan hitungan Badan Pengelolaan Keuangan Pemda, kami juga telah mengatakan permintaan kita supaya RPE dan Pemda bisa saling croschek data berapa hitungan benar RPE terkait PPJ non PLN,ungkap Devitson  di Kantor Bupati.

Semua mediasi tersebut masih dalam tahap pembicaraan dan kami inginkan data tersebut harus pasti dulu berapa tunggakan RPE dan dihitung ulang dengan dengan tenaga ahli yang independen, setelah dapat angka pasti dan sudah dicrosschek dengan pihak RPE barulah dibicarakan terkait cara pembayarannya. Angka tunggakan PPJ RPE masih ngambang dan pihak RPE sudah katakan akan mengicil dengan Rp. 500 juta/Bulan, jelas Devitson didampingi Sekretarisnya Edison.

Pada rapat tersebut juga Kajari, Tety Syam juga kurang setuju apabila pihak RPE akan membayarnya dengan mengicil Rp. 500 juta/Bulan, beliau meminta supaya pihak RPE menggenapi saja angsuran perbulan dengan Rp. 1 Milyar/Bulan, kami menyambut baik  perkataan Kajari, karna kalau hanya menyicil Rp.500 juta/bulan maka kapan akan selesainya tunggakan tersebut,jelas Devitson.

Dalam kesimpulan rapat masih tahap mediasi atau kordinasi, masih butuh rapat lanjutan kembali untuk mendudukan masalah tersebut  dan menuntaskan kasus PPJ Non PLN PT.RPE.(Yusuf Situmorang)



Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(981) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved