Akibatnya tidak masuknya  zona sekolah tersebut  RY, yang  bukan satu-satunya siswa yang alamat domisilinya dirubah ternyata ada korban.
">
Senin, 19 Februari 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

00:00 WIB - Kapolresta Pekanbaru Berikan Penghargaan kepada Personil Berprestasi, Masyarakat dan Intansi terkait | 00:00 WIB - Bunguran Timur Laut Jadi Tuan Rumah | 00:00 WIB - Yohanis Hadiri Enam Musrenbangcam | 00:00 WIB - Arif Sumarsono, ST Gantikan Sattridha Novfikar S, STP | 00:00 WIB - Buser Pinggir Amankan 11 Orang , 4 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Narkotika Jenis Sabu - Sabu | 00:00 WIB - Satnarkoba Polres Bengkalis Bersama Buser Mandau Amankan 50 , 38 Gram Sabu -Sabu Dan Seorang Pelaku
Pendidikan / Kuota Anak Miskin PPDB SMAN 3 Diperkecil

Diduga Diperjualbelikan
Kuota Anak Miskin PPDB SMAN 3 Diperkecil

Pendidikan - - Jumat, 21/07/2017 - 22:44:45 WIB
Pekanbaru (riau global)
Diduga karena telah diperjualbelikan, quota anak miskin pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 3 Pekanbaru diperkecil,.

Digaan diperjualbelikan, hal ini terkuak saat salah satu siswa yang memilih jalur siswa miskin berinisial RY tidak lulus seleksi di SMA Negeri 3,dimana ada  keengganan  pihak sekolah untuk merubah alamat RY dari Kelurahan  Umban Sari Kecamatan Rumbai menjadi Kecamatan Bukitraya,.

Akibatnya tidak masuknya  zona sekolah tersebut  RY, yang  bukan satu-satunya siswa yang alamat domisilinya dirubah ternyata ada korban.

Informasi  yang didapat  2 (dua) siswa lain yang alamatnya terkesan sengaja d rubah oleh sekolah, dan karena tidak luus tentunya hal ini harus menjadi perhatian pemerintah apakah Kecamatan Bukitraya masuk zona sekolah tersebut sehingga ini diluluskan meskipun aslinya anak tersebut beralamatkan Rumbai dan lain.

Terkait hal ini Riau global beberapa waktu lalu melakukan konfirmasi kepada Ketua PPDB SMA Negeri 3 khairul mengatakan bahwa, sekolahnya menerima 40% siswa dari program jalur bina lingkungan dimana program ini dikhususkan untuk orang tempatan dan anak miskin dengan jumlah 126 siswa.

Khairul juga membenarkan bahwa seharusnya dari 126 siswa tersebut siswa miskin mendapatkan kuota setengahnya namun karna keterbatasan alat kami menginput data anak miskin karna tidak ada format dari dinas sehingga kami hanya bisa 200an orang siswa miskin sisanya anak tempatan, namun faktanya yang terjadi anak miskin yang diterima hanya 7 (tujuh) orang disekolah tersebut,

Dan mengenai perbedaan alamat yang terdapat keterangan bagi siswa miskin dengan yang aslinya, Rioau Global mengatakan,  terkait perbedaan alamat tersebut tak masalah karna disini diranking, dan hal tersebut sudah disampaikan kepada dinas pendidikan.

Dan  tentunya hal ini menjadi rancu karna seyogyanya program bina lingkungan iitullah menyangkut i zona sekolah masing-masing sehingga patut diduga adanya konspirasi antara sekolah dan dinas pendidikan dalam merubah alamat siswa yang menggunakan jalur miskin.(Op)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(951) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved