Selasa, 22 Mei 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

19:34 WIB - Dapat Bantuan 2 Unit Mini Bus | 19:34 WIB - Terlibat Narkoba , Warga Suriname Dan Wonosobo Dibekuk Satnarkoba Polres Bengkalis | 19:34 WIB - Jendral TNI (Purn) Moeldoko Kunjungi Lingga | 19:34 WIB - Sekda Inhil Pimpin Upacara Bendera Peringati Harkitnas Ke - 110 Tahun 2018 | 19:34 WIB - Budi Mardiyanto : Gelper yang melanggar aturan akan di cabut izinnya dan di tutup | 19:34 WIB - Bantuan Sembako Untuk 4 Panti Asuhan Dan 1 Panti Jompo
Natuna / Datang Lagi, Kali Ini Laut Natuna Mendapat Kritikan dari MKP Susi

Semboyan Baru Natuna, Laut Beranda Depan Kita
Datang Lagi, Kali Ini Laut Natuna Mendapat Kritikan dari MKP Susi

Natuna - - Rabu, 09/08/2017 - 06:53:17 WIB
Menteri KP Susi Pudjiastuti bersama rombongan tiba di PTPI Selat Lampa, Natuna.
TERKAIT:
Natuna, Riau Global - Untuk yang kesekian kalinya, Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) RI, Susi Pudjiastuti, mengunjungi Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam agenda kunjungannya kali ini, pada Senin (07/08) siang itu, Menteri Susi Pudjiastuti, melakukan penyerahan bantuan premi asuransi nelayan kepada keluarga Bujang Hitam, warga asal Desa Sepempang, Kecamatan Bungutan Timur, yang meninggal akibat aktifitas didarat, sebesar Rp. 160 juta, serta bantuan kepada ratusan nelayan tangkap yang ada di Kabupaten Natuna. Bantuan tersebut diserahkannya secara simbolis kepada ketua kelompok nelayan.

Dalam sambutannya, terlebih dahulu Susi bercerita tentang petualangannya selama di kepulauan Natuna kali ini, dalam mengelilingi keindahan gugusan pulau di Daerah Laut Natuna Utara tersebut.

"Saya sudah disini sekitar 4 hari. Saya terbang keliling-keliling dulu ke pulau-pulau, seperti ke pulau Seluan, Pulau Bunga, Semiun, Telok Buton dan semuanya. Keindahan Natuna sangat luar biasa," kata Susi.

Namun Susi mengaku sangat-sangat prihatin, atas kondisi laut Natuna yang sudah banyak karang yang rusak dan pencemaran sampah, akibat ulah manusia disekitarnya.

"Laut Natuna sangat indah, tapi sayang sudah banyak karang yang mati, belum lagi plastik-plastik dan sampah-sampah yang mencemari laut. Ini sangat memprihatinkan," ujar wanita asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tersebut.

Susi menegaskan, Indonesia tidak boleh lagi memunggungi lautnya, termasuk Natuna. Sebab kata dia, laut merupakan harapan terbesar negeri ini, dalam mensejahterakan rakyatnya.

"Kita jangan lagi memunggungi laut, sehingga apa yang terjadi di laut kita tidak peduli. Sudah terlalu lama kita memunggungi laut kita, ini harus dirubah, biar kita tidak buang sampah lagi di laut," tegasnya.

Himbauan ini, imbuh Susi, baru pertama kali didengungkan di Kabupaten Natuna. Bahkan dia juga meminta masyarakat tidak membangun rumah menghadap ke daratan, melainkan menghadap ke laut.

"Jika beranda depan kita laut, kita tak akan lagi buang sampah ke laut. Buang sampah daun atau organik boleh, tapi sampah plastik dan botol jangan dibuang ke laut," pintanya.

Ia juga menyebutkan, bahwa Pulau Senoa, yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan Natuna, sudah dipenuhi oleh sampah plastik dan botol air mineral.

Susi juga meminta kepada pihak Pertamina, untuk membantu kawasan pemukiman di pesisir pulau Natuna, untuk diberikan mesin pencacah plastik dimasing-masing Desa.

Indonesia sendiri, kata Susi, merupakan penyumbang sampah plastik dilaut terbesar kedua di Dunia, setelah Tiongkok (China).

"Ini harus kita jaga bersama-sama, supaya laut kita bersih, para turis pun mau datang, pengusaha pun akan datang," pesan Susi. "Tarakan (Kaltara) adalah daerah pertama di Indonesia yang menerapkan rumah penduduk harus hadap ke kanal (muara), biar warganya tidak buang sampah di kanal," katanya.

Kehadiran Susi di Pelabuhan Terpadu Pelelangan Ikan (PTPI) Selat Lampa, Natuna itu, disambut oleh Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, Wabup Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, Sekdakab Natuna, Wan Siswandi, para pimpinan OPD, FKPD, para Anggota DPRD Natuna serta masyarakat Natuna.

Laporan : Erwin Prasetio

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(805) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved