Natuna, Riau Global - Kecamatan Subi, Kecamatan Serasan dan Kecamatan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, masih terbebas dari perilaku penyalahgunaan obat batuk jenis komix dan lem, yang sedang ngetren dilakukan oleh ">
Senin, 11 Desember 2017 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

17:21 WIB - PT. SVI Sering Makan Korban Karna Mengambil Photo | 17:21 WIB - Abdul Rahim,Berharap Masyarakat Berperan Aktif Mengawasi Anggaran Dana Desa. | 17:21 WIB - FKPS Kembali Santuni Warga Miskin, Lansia dan Janda di Air Raya | 17:21 WIB - Indra Joni Minta Kades di Natuna Gunakan Anggaran Desa Sesuai Regulasi | 17:21 WIB - Rakernis PKH Resmi Dibuka Kadis Sosial | 17:21 WIB - Cabuli Bocah 7 Tahun , Pria Tanggung Didesa Semunai Dibekuk Polisi
Natuna / Luar Biasa, Subi dan Serasan Bebas dari Penyalahgunaan Lem dan Obat Batuk

Kadinsos Natuna Sosialisasikan Kenakalan Anak ke Pulau-Pulau
Luar Biasa, Subi dan Serasan Bebas dari Penyalahgunaan Lem dan Obat Batuk

Natuna - - Jumat, 11/08/2017 - 21:53:46 WIB
Kartina Riauwita, Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Natuna
TERKAIT:
Natuna, Riau Global - Kecamatan Subi, Kecamatan Serasan dan Kecamatan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, masih terbebas dari kenakalan anak yang mengkonsumsi komix (merk obat batuk) dan lem.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Natuna, Kartina Riauwita, saat melaksanakan kunjungan kerja ke beberapa Kecamatan di Natuna, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Natuna, Hj. Nurhayati Hamid Rizal. 

Berdasarkan hasil pantauannya, ketiga Kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, bagian timur itu, masih bersih dari perilaku kenakalan anak seperti ngelem dan ngomix.

"Kita sudah kebeberapa sekolah, tapi sepertinya belum ada laporan yang meresahkan, seperti lem dan komix," kata Kartina Riauwita kepada riau-global.com, di Pantai Sisi Serasan, Jum'at (11/08) petang.

Ia mengungkapkan, hal ini sangat jauh lebih baik ketimbang dengan daerah-daerah lain di Natuna, seperti Kota Ranai, yang sudah sangat meresahkan.

"Subi dan Serasan bagus, masih bersih, tidak seperti di Ranai. Mudah-mudahan tak akan ada anak sekolah yang ngelem dan ngomix disini," ujarnya.

Terkait kenakalan anak di Kota Ranai, pihaknya berharap ada dukungan dari semua pihak, untuk mengatasi permasalahan yang merusak generasi muda bangsa tersebut.

"Kita tidak bisa sendirian, harus ada dukungan dari semua pihak, seperti Satpol PP, Camat, Disperindag, Dinkes dan orang tua masing-masing. Pemilik toko pun diharapkan tidak melayani anak dibawah umur membeli lem dan komix. Harus ada kesadaran ya," imbuh Tina.

Selain kenakalan anak dari lem dan komix, pihaknya pun mengaku belum pernah menerima laporan, tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Subi dan Serasan.

"Masalah KDRT ini masih tabu ya, sehingga terkadang orang takut untuk melapor. Sejauh ini kami belum menerima kasus KDRT di Subi dan Serasan," ungkapnya.

Selama di Serasan dan di Subi, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Natuna, juga mendata jumlah warga yang mengalami gangguan jiwa, untuk dilakukan rehabilitasi dikemudian hari. 

Di Subi, terdapat 4 orang yang mengalami gangguan jiwa, sementara di Serasan terdapat 6 orang.

Laporan : Erwin Prasetio

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(565) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved