Informasi yang diterima riau global.com dilapangan bahwa kasus penyimpangan dana Ued-SP didesa Balai Pungut terjadi sudah yang kedua kalinya.

">
Rabu, 25 April 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

19:31 WIB - Dihari Ke III Pelaksanaan UN SMPN 4 Dan SMPN 8 Pinggir Berjalan Lancar | 19:31 WIB - Jetstar Asia Tawarkan Tiket Bertarif Rendah Bagi Masyarakat Palembang ke Tujuh Destinasi Populer . | 19:31 WIB - Setelah Lalui Proses Panjang,Akhirnya Kemendagri Setujui RTRW Riau | 19:31 WIB - Bupati Karimun Pimpin Pengambilan Sumpah Jabatan 45 PNS di Jajaran Dinas Kesehatan | 19:31 WIB - Buka PMTB, Bupati Minta BPS Karimun Lakukan Pendataan Secara Akurat | 19:31 WIB - Unit Syariah Bank Riau KepriRaih 1st Rank The Best in Funding Growth – UUS SILO Asset 2-20T
Hukrim / Aneh , Kasus Dugaan Penyimpangan Dana UED - SP Desa Balai Pungut Rp 500 Juta.

Terkesan Aman Saja
Aneh , Kasus Dugaan Penyimpangan Dana UED - SP Desa Balai Pungut Rp 500 Juta.

Hukrim - - Senin, 09/10/2017 - 08:18:42 WIB
PINGGIR(Riau Global.com)
Beginilah jadinya jika sanksi dan tindakan hukum yang kurang tegas diberikan sehingga para pengelola dana Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam(UED-SP) seenaknya melakukan penyimpangan terhadap dana yang sudah digelontorkan oleh pemerintah,seperti halnya yang terjadi didesa Balai Pungut Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis diduga 500 juta dana UED - SP digunakan untuk kepentingan pribadi dan kasus ini terkesan aman-aman saja,Senin(9/10/2017).

Informasi yang diterima riau global.com dilapangan bahwa kasus penyimpangan dana Ued-SP didesa Balai Pungut terjadi sudah yang kedua kalinya.

Pertama dana Ued SP diduga digelapkan sebesar hampir 1 Milyar lebih oleh ketua yang lama saat ini kasus itu kembali terjadi lagi sebesar kurang lebih 500 juta dana diduga digunakan untuk kepentingan pribadi diduga juga dilakukan oleh ketua yang baru.Akankah kasus ini dibiarkan begitu saja?.

Camat Pinggir Djamaludin ketika dikomfirmasi riau global terkait dugaan penyimpangan dana UED - SP desa Balai Pungut diperkirakan sebesar kurang lebih Rp 500 juta diduga dilakukan oleh ketua untuk kepentingan pribadi membenarkan kejadian tersebut.

"Saya sudah melaporkan kejadian itu ke Inspetorat bahkan laporan juga telah diterima,kita tinggal menunggu saja".ujarnya.

Pihak Inspetorat Bengkalis melalui Suparjo ketika dikomfirmasi riau global.com beberapa hari yang lalu terkait adanya laporan terkait penggunaan dana Ued-SP sebesar hampir Rp  500 juta digunakan tidak tepat sasaran mengatakan"Maaf pak iwan saya di luar kota dalam rangka rapat pemutakhiran data tindak lanjut tentunya saya pelajari terlebih dulu baru ditindak lanjuti trim wass.(iwan)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(843) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved