Senin, 19 Februari 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

00:00 WIB - Kapolresta Pekanbaru Berikan Penghargaan kepada Personil Berprestasi, Masyarakat dan Intansi terkait | 00:00 WIB - Bunguran Timur Laut Jadi Tuan Rumah | 00:00 WIB - Yohanis Hadiri Enam Musrenbangcam | 00:00 WIB - Arif Sumarsono, ST Gantikan Sattridha Novfikar S, STP | 00:00 WIB - Buser Pinggir Amankan 11 Orang , 4 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Narkotika Jenis Sabu - Sabu | 00:00 WIB - Satnarkoba Polres Bengkalis Bersama Buser Mandau Amankan 50 , 38 Gram Sabu -Sabu Dan Seorang Pelaku
Natuna / Helix POMATIA

Sang Pengeja Kehidupan Pecinta Literasi Natuna
Helix POMATIA

Natuna - - Rabu, 11/10/2017 - 09:41:07 WIB
Yudhianto Mazdean
TERKAIT:
Kau boleh menghina sekelas Mollusca Gastropoda, hewan menjijikan dan tak pernah dianggap. Tapi maukah kita belajar darinya?

Kadang aku berpikir mengapa Tuhan membebanimu dengan rumah yang berat, kau tak punya kaki layaknya yang lain, kau hanya berselancar melalui lendir. Bisa dibayangkan jika stok lendirmu habis?
Tapi ke-Mahaan-Nya tak sekeji itu menerjemahkan langkahmu, kau diberi kebebasan meski kau dinobatkan sebagai hewan paling lambat sedunia, tak lebih dari 1,3 cm/second.

Kau diberi keistiqomahan, sungguh malu rasanya para manusia yang sulit setekun dirimu, kau penuh kesabaran, saling membantu mempercepat langkah sahabatmu dengan lendir yang kau jejakkan.

Bukankah biar lambat asal selamat? Tapi nyatanya peribahasa itu tak berlaku bagi dirimu, bisa saja ditengah jalan kau dilindas dengan sepeda, motor, mobil dan alat berat sekalipun. Siapa yang mau peduli, tidak ada!
Mereka sama sekali tak memperhitungkan berharganya dirimu bagi generasi selanjutnya.
Dengan keuletan yang dianugerahkan Tuhan padamu kau tetap menuju impian. Di sana; kau akan berpesta dengan dedaunan yang sama sekali tak dipandang sebagai sajian lezat.

Begitu caramu mensyukuri hidup, senantiasa menasbihkan asma-Nya dalam langkah yang tak pernah kau lantangkan.

Biar! Biar mereka menjudge senista mungkin, toh nyatanya kau akan tetap sampai pada mimpi sederhanamu. Itu menurut mereka, pada nyatanya tak sesederhana perjuanganmu. Pertaruhan hidup, dan kelangsungan bangsamu terletak seberapa jauh langkahmu, di dalam hatimu kau selalu yakin, ada Tuhan yang akan mengantarkanmu.

Bukan seberapa ringkih dan tak berharganya kamu di mata yang lain, tapi seberapa hebat kau memiliki tekad. Kau tahu benar, di mata Tuhan; Kita adalah sama. Sama-sama makhluk ciptaanNya, mereka tidak berhak sama sekali mengutukmu, pun manusia, yang katanya paling mulia, yang katanya paling sempurna.

Oleh : Yudhianto Mazdean.


Editor : Erwin Prasetio.

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(233) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved