Senin, 19 Februari 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

00:00 WIB - Kapolresta Pekanbaru Berikan Penghargaan kepada Personil Berprestasi, Masyarakat dan Intansi terkait | 00:00 WIB - Bunguran Timur Laut Jadi Tuan Rumah | 00:00 WIB - Yohanis Hadiri Enam Musrenbangcam | 00:00 WIB - Arif Sumarsono, ST Gantikan Sattridha Novfikar S, STP | 00:00 WIB - Buser Pinggir Amankan 11 Orang , 4 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Narkotika Jenis Sabu - Sabu | 00:00 WIB - Satnarkoba Polres Bengkalis Bersama Buser Mandau Amankan 50 , 38 Gram Sabu -Sabu Dan Seorang Pelaku
Natuna / Jika Tak Diperhatikan Pusat, Wabup Ngesti Khawatir Masyarakat Natuna Pindah Negara

Terima Kunjungan Timwas DPR RI dan BNPP
Jika Tak Diperhatikan Pusat, Wabup Ngesti Khawatir Masyarakat Natuna Pindah Negara

Natuna - - Rabu, 18/10/2017 - 19:26:48 WIB
Wabup Ngesti saat menghadiri acara pertemuan dengan Timwas DPR RI
TERKAIT:
Natuna, riau-global.com - Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, berharap Pemerintah Pusat memberlakukan regulasi khusus kepada daerah perbatasan, termasuk Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pasalnya, daerah perbatasan seperti Kabupaten Natuna, yang memiliki luas wilayah lautan sekitar 99,25 persen dan daratan hanya 0,75 persen, tidak bisa disamakan dengan daerah lain yang ada di Indonesia.

Hal ini disampaikan Wabup, saat menerima kunjungan Tim Pengawas (Timwas) dari DPR RI dan BNPP, di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Rabu (18/10/2017) siang.

Jika tidak diperhatikan oleh Pemerintah Indonesia, kata Ngesti, dikhawatirkan masyarakat Natuna bisa berpindah Negara, karena memang Natuna berbatasan langsung dengan Negara tetangga bagian utara, seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand.

"Nanti kalau nggak diperhatikan oleh Pemerintah Pusat, masyarakatnya bisa lari ke Negara lain," kata Ngesti.

Apalagi, lanjut Ngesti, di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, masyarakatnya sudah terbiasa barter dengan warga didaerah Sematan, Malaysia bagian Timur. Hal ini sudah terjadi dari turun temurun.

"Orang kita disana bawa barang jual ke Sematan, nanti pulangnya bawa sembako. Dan itu sudah biasa dilakukan sejak dulu," beber Ngesti.

Untuk itu, Ngesti berharap Pemerintah Pusat dapat memberikan izin resmi terkait adanya aktifitas jual beli lintas batas Negara, yang biasa dilakukan oleh warga di Serasan Natuna.

Meski demikian, mantan anggota DPRD Natuna itu yakin, bahwa masyarakatnya pasti tetap akan memilih untuk tetap menjaga keutuhan NKRI.

"Namun kita tetap cinta dengan bangsa Indonesia. Meskipun ada sedikit rayuan-rayuan, namun saya yakin masyarakat Natuna tetap mempertahankan NKRI," ungkapnya.

Laporan : Erwin Prasetio

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(413) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved