Natuna, riau-global.com - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Natuna, membantu memasarkan beras lokal, hasil tanaman para petani yang ada di Kecamatan Bunguran Batubi.">
Selasa, 21 November 2017 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

20:30 WIB - Pemda Kuansing, "coffee morning" bersama insan pers | 20:30 WIB - Natuna Berduka, Mantan Wabup Natuna Imalko Meninggal Dunia | 20:30 WIB - Sisa 38 Hektar, Dandim Optimis Mampu Siapkan Cetak Sawah | 20:30 WIB - Bupati Pelalawan, HM Harris Senam Sehat Bersama Masyarakat Pangkalan Kerinci | 20:30 WIB - Komitmen Dishub Jaga Tatanan Angkutan Konpensional, | 20:30 WIB - GAMKI Pelalawan Kembali Dipimpin Herwin Silaban Periode 2017-2020
Natuna / Dinas Ketahanan Pangan Bantu Memasarkan Beras asal Batubi

Dorong Swasembada Padi
Dinas Ketahanan Pangan Bantu Memasarkan Beras asal Batubi

Natuna - - Selasa, 14/11/2017 - 16:19:25 WIB
Kadis Ketahanan Pangan Natuna, Sri Hariningsih dan Kabid Ketersediaan Kerawanan Pangan dan Distribusi Pangan, Agus Budiyono, saat menunjukkan beras lokal dari Batubi.
TERKAIT:
Natuna, riau-global.com - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Natuna, membantu memasarkan beras lokal, hasil tanaman para petani yang ada di Kecamatan Bunguran Batubi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Natuna, Sri Hariningsih, mengatakan, selama ini beras lokal dari para petani di Batubi, tidak bisa terpasarkan dengan baik, lantaran harganya yang terbilang cukup mahal. Hal itu dikatakan Sri Hariningsih, saat ditemui media ini diruang kerjanya, Senin (13/11/2017) pagi.

"Dari petani saja sudah Rp. 13 ribu perkilogram, belum ongkos transportasinya sampai Ranai, jadi kami jual Rp. 13.500,- perkilonya. Harga segitu kita tidak mengambil untung sama sekali, hanya membantu memasarkannya saja," ujar Sri Hariningsih, didamping Kabid Kesediaan Kerawanan Pangan dan Distribusi Pangan, Agus Budiyono, Kabid Konsumsi Keanekaragamaan dan Keamanan, Ovet Vairuz serta Kasubbag Perencanaan, Elli Yanti.

Langkah ini, kata Bu Kadis, untuk mendorong para petani di Batubi, agar terus menanam padi untuk mensukseskan program swasembada pangan, salah satunya adalah beras.

Apalagi kata wanita asal Yogyakarta tersebut, beras lokal asal Batubi tersebut, kurang diminati oleh masyarakat Natuna. Disamping harganya yang mahal, beras dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Batubi tersebut, jika ditanak kurang wangi dan tidak bisa mengembang seperti beras-beras lain pada umumnya.

"Takutnya nanti kalau tidak kita bantu memasarkan, mereka tidak mau menanam padi lagi, makanya sudah 2 tahun ini kita bantu memasarkan disini (Kantor Dinas Ketahanan Pangan, di kompleks Masjid Agung NGU, red)," ujar Sri Hariningsih.

Sementara itu Kasubbag Perencanaan Ketahanan Pangan, Elli Yanti, menjelaskan, beras jenis ciherang dari Batubi tersebut, meski belum begitu diminati masyarakat, namun sesungguhnya memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi dan lebih aman dikonsumsi. Pasalnya beras tersebut tidak mengandung bahan pemutih, pewangi dan pengawet, seperti beras-beras yang beredar dipasaran.

"Sebenarnya lebih aman untuk dikonsumsi, sebab kandungan pupuknya pun rendah. Dalam satu hektar, para petani hanya menghabiskan 50-100 kilogram pupuk kimia," kata Elli Yanti.

Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun, Dinas Ketahanan Pangan Natuna, telah berhasil memasarkan beras asal Batubi, sekitar 5 ton. Baik dari jenis beras merah maupun beras putih.

Saat ini, lahan produktif yang diolah menjadi sawah padi di Kecamatan Bunguran Batubi, sekitar 105 hektar.

Beras-beras milik Gapoktan asal daerah yang memisahkan diri dari Kecamatan Bunguran Barat tersebut, sudah dikemas dengan berat bersih 10 kilogram perkarung. Untuk beras putih, perkarung dibandrol dengan harga Rp. 135 ribu, dan beras merah seharga Rp. 155 ribu perkarung.

Laporan : Erwin Prasetio

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(309) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved