Jum'at, 27 April 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

14:07 WIB - Limbah PKS PT PCR Cemari Sungai Rangau | 14:07 WIB - Sukiman Pmpin Partai Gerindra Rohul | 14:07 WIB - Kapolri Jenderal Pol Prof. M. Tito Karnavian, Ph.D dan Ketua MUI Melaksanakan Kunker Ke BABEL | 14:07 WIB - Asisten Pemerintahan Pimpin Rapat Persiapan Peringatan Hari Pendidikan | 14:07 WIB - Sekda (Wan Siswandi) : Promosi Pariwisata Dengan "Tour de Natuna" | 14:07 WIB - Alias Wello Resmi Mendaftar Calon DPD RI
Bengkalis / Satgas P2TP2A Mengaku Tak Pernah Diminta Pendampingan Oleh Penyidik Polsek Mandau

Terkait Anak dibawah Umur Yang Tersandung Kasus Narkoba
Satgas P2TP2A Mengaku Tak Pernah Diminta Pendampingan Oleh Penyidik Polsek Mandau

Bengkalis - - Senin, 16/04/2018 - 16:25:30 WIB
DURI (Riau Global.com)- Kasus penggrebekan 5 tersangka narkoba di Jalan Pelita Duri beberapa pekan lalu, terus bergulir. Setelah pihak keluarga Jefri Andi mendatangi Propam Riau meminta keadilan bagi anaknya yang sakit untuk direhabilitasi seperti yang dilakukan untuk P yang disebut tidak terlibat dan hanya berada di teras, kini satu lagi permasalahah terkuak. Satu tersangka yang diamankan sebut saja BU (16) ternyata masih dibawah umur dan tak pernah mendapat pendampingan dari Satgas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Mandau.

Fakta itu diungkap Ketua Satgas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Mandau, Refri Amran, yang menyebut hingga saat ini tak pernah dihubungi penyidik Polsek Mandau untuk mendampingi anak dibawah umur yang tersandung kasus narkoba itu.

"Sampai saat ini tak pernah diminta untuk mendampingi anak itu. Harusnya penyidik yang menghubungi satgas untuk memberikan pendampingan," jelas Refri kepada sejumlah media di Duri,  Senin (16/04/18).

Dikatakannya, apapun kasus yang menimpa anak dibawah umur, yang namanya anak dibawah umur 18 kebawah berhak mendapatkan pendampingan. Mereka tak boleh disebut pelaku, tapi saksi. Baik saksi korban maupun saksi pelaku.

"Jika ada anak terlibat dan berhadapan dengan hukum harus mengacu pada UU perlindungan anak nomor 35 tahun 2014. Bahwa setiap anak dibawah umur yang berhadapan dengan hukum  tidak boleh disebut pelaku, namun harus disebut sebagai saksi serta harus didampingi oleh pendamping sosial. Salah satunya satgas dan juga tenaga profesional, meskipun terlibat dalam perkara narkoba, "terang Refri lagi. 

Terkait hal tersebut Kapolsek Mandau Kompol Ricky Ricardo ketika di komfirmasi riau global.com melalui via SMS dan WhatApp ke no pribadinya belum ada jawaban hingga berita ini di muat,(iwan)


Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(97) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved