Minggu, 23 09 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

16:18 WIB - Gebyar Peringatan HUT Satlantas Bhayangkara ke-63. | 16:18 WIB - P2TP2A Labuhanbatu Siap Berikan Pelayanan Informasi Perlindungan Perempuan dan Anak. | 16:18 WIB - PT. CBA Diduga Bangkrut, Rp. 2,6 M Dana Bumdes Kota Baru Terancam Lesap | 16:18 WIB - Hadiri Pelantikan DPC ASKI, Ini Permintaan Plt Bupati Labuhanbatu. | 16:18 WIB - Camat Sungai Apit Tinjau Pos UKK Sehat Bertuah Di Kampung Bunsur | 16:18 WIB - Coffe morning,Plt Bupati Labuhanbatu: "Labuhanbatu Terbuka dan Transparan"
Natuna / 2 Orang Warga Kecamatan Bunguran Timur Ditetapkan Sebagai Tersangka.

Aktor dibalik Kaburnya 6 Orang Terdakwa Illegal Fishing
2 Orang Warga Kecamatan Bunguran Timur Ditetapkan Sebagai Tersangka.

Natuna - - Kamis, 21/06/2018 - 11:54:58 WIB
Riau Global - Natuna, 2 orang warga Kecamatan Bunguran Timur berinisial A dan ES akhirnya ditetapkan Polres Natuna sebagai tersangka, karena Terbukti turut serta membantu tahanan Illegal Fishing yang kabur dari Kantor Kejaksanaan Negeri Ranai.

Hal ini disampaikan Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK saat melakukan Konferensi Pers di Mapolres Natuna pada Rabu pagi (20/6/2018) dan didampingi Ketua DPRD Natuna Yusripandi, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setiawan beserta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ranai Juli Isnur SH, MH.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, ES membuat laporan kehilangan Kapal Motor (pompong) nya pada hari Sabtu 16 Juni 2018, sehari pasca peristiwa kaburnya 6 terdakwa Illegal Fishing.

Setelah kurang dari 2 x 24 jam melakukan penyelidikan terhadap kasus laporan hilangnya pompong milik ES bersamaan dengan kejadian kaburnya para terdakwa Illegal Fishing, Tim Penyidik Polres Natuna dibantu Tim Lanal Ranai dan Tim Kejari Ranai akhirnya menemukan bukti kuat bahwasanya Laporan yang dibuat ES ternyata Palsu dan ES berperan membantu para Tahanan kabur dari Kejari.

Dari keterangan kesaksian ES kepada tim penyidik Polres Natuna, rupanya ES telah menjual pompongnya kepada terdakwa Illegal Fishing sebesar 4 juta rupiah.

“Ternyata laporan ES tersebut bohong. Dan kami langsung melakukan penahanan paksa pada 19 Juni kemarin,” ungkap AKBP Nugroho

Sementara warga berinisial A berperan sebagai perantara, menjual pompong milik ES kepada Terdakwa Illegal Fishing yang kabur dan menyediakan bahan bakar, ransum untuk sarana para terdakwa. Selain itu, A juga turut mengantar para terdakwa yang kabur itu ke pelabuhan Pering, tempat dimana pompong tertambat.

Barang Bukti (BB) yang berhasil disita berupa dua unit handphone, uang tunai masing-masing 1,6 juta rupiah dan 250 ribu rupiah, serta 1 unit sepeda motor yang digunakan tersangka untuk mengantar para terdakwa kabur ke pelabuhan.

ES adalah warga Jemengan Kecamatan Bunguran Timur berusia 32 tahun, dikenakan pasal 242 ayat 1 dan pasal 220 dan atau pasal 221 ayat 1 Jo pasal 55 ayat 1 KUHP ancaman maksimal 7 tahun penjara. Sedangkan A tinggal di Jl. Dtk Mohd Benteng, Kecamatan Bunguran Timur, berusia 60 tahun, dikenakan pasal 242 ayat 1 dan atau pasal 220 KUHP.

Selanjutnya Dananal Ranai, Kolonel (P)  Harry setyawan menyampaikan Lanal Ranai berupaya melakukan pencarian 6 terdakwa yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.
"Kita telah melakukan penyisiran pantai perbatasan Negara hingga radius 3 Mil di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)", Ucap Danlanal Harry Setyawan.
Danlanal Ranai menghimbau kepada seluruh nelayan untuk menginformasikan apabila adanya warga asing yang melakukan aktifitas diwilayah pesisir pantai perbatasan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua pihak, Lanal Ranai dan Polres Natuna yang telah bekerja keras serius menangani kasus ini, atas terungkapnya tersangka yang membantu Kaburnya 6 Terdakwa Ilegal Fishing berkebangsaan negaraan Vietnam.
Terkait hal yang telah terjadi, kita berencana akan mengupayakan segera sebuah kesiapan bersama untuk membahas dalam sebuah rapat koordinasi dengan pihak pemkab Natuna,dan instansi terkait lainnya untuk membicarakan hal-hal yang dianggap sangat perlu dan sangat Penting. Salah satunya yaitu ruangan detensi atau Rudenim kasus Ilegal Fishing, untuk mengantisipasi tidak terjadia lagi kejadian yang sama dikemudian hari, terang Yusripandi.
Kapolres AKBP Nugroho menghimbau kepada masyarakat agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
"Masyarakat harus paham bahwa perbuatan mereka turut serta membantu tahanan kabur merupakan perbuatan melanggar hukum dan akan berakhir di penjara" tegas Kapolres seraya menutup Konfrrensi Pers


Laporan : Eben S
Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(211) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved