Selasa, 20 November 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

16:40 WIB - Ketua FPI Bangga Sosok AKBP Edy Sumardi,Selamat Bertugas di Polda Banten | 16:40 WIB - PT Ivomas Tunggal Bantu 100 Sak Semen Untuk Koramil 11/PWK Kandis | 16:40 WIB - Tiga Puskesmas di Pasbar Terima Tiga Unit Ambulance Dari Pemkab Setempat | 16:40 WIB - HUT PGRI Ke 73 Tahun, Kecamatan Bandar Sei Kijang Akan Jadi Tuan Rumah | 16:40 WIB - Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA Hadiri Bimtek dan Pelepasan Caleg Golkar se-Kepri | 16:40 WIB - Ketum DPP F- SPBPU SPSI Syukur Sarto Harap Serikat Pekerja Bisa Kompak
ADVERTORIAL / Hearing,PKL dengan Pemkab Siak Belum Capai Kesepakatan

Hearing,PKL dengan Pemkab Siak Belum Capai Kesepakatan

ADVERTORIAL - - Senin, 28/05/2018 - 19:30:45 WIB
Siak,(RiauGlobal)
Hearing antara pedagang kaki lima (PKL) dengan Pemkab Siak di fasilitasi DPRD Siak terkait penataan tempat berjualan dan permaianan anak belum memenuhi hasil kesepakatan, Senin (28/5/2018).

Hearing berlangsung di kantor DPRD Siak dipimpin ketua komisi IV DPRD Siak Ismail Amir, juga dihadiri anggota DPRD Siak Musar, Marudut Pakpahan, Paramananda Pakpahan dan Muslim.

Dari Pemkab Siak dihadiri asisten II Setda Kabupaten Siak Hendrisan, Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irvin Kahar, Kepala Disdagprin Siak Wan Ibrahim, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Fauzi Asni, Kabag Hukum Setdakab Siak Jon Effendi. Hadir juga perwakilan PKL Siak.

Pada hearing tersebut, pedagang meminta, agar pemkab membolehkan pedagang untuk bisa berjualan seperti biasa sampai Idul Fitri mendatang. Asisten II Setda Kabupaten Siak Hendrisan meminta, agar pedagang bisa mencari lahan sendiri. Lahan pemkab tidak bisa berjualan karena itu untuk fasiltas masyarakat.

"Kami akan menyediakan 2 titik tempat permaianan anak dan berjualan, yakni di depan pasar Belantik dan di tempat pasar beduk sekarang ini (samping gedung Bank Riau-Kepri, red)," kata Hendrisan.

Namun pedagang menolak lokasi tersebut. Mereka menilai tempat yang disediakan Pemkab Siak tidak berada di posisi strategis dan tidak akan dikunjungi pengunjung.
Perwakilan pedagang, Jaya mengatakan pedagang menolak diletakkan di depan Pasar Belantik.Dan jika Pemkab tidak memperbolehkan untuk berjualan di area istana,  mereka tidak peduli, pedagang tetap ngotot akan berjualan.

"Itu bukan solusi namanya. Kami akan tetap berjualan di sana," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV Ismail Amir meminta agar kedua belah pihak bisa mencari jalan terbaik. Karena pihaknya tidak mau kedua belah pihak ini saling berbenturan.

"Kita sebagai wakil rakyat memfasilitasi kedua pihak. Kita berhadap pertemuan ini ada titik temunya," kata Ismail. Dalam pertemuan yang berlangsung tersebut tidak membuahkan hasil. Kedua belah pihak tetap dengan keputusan masing-masing.(adv)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(213) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved