Rabu, 12 Desember 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

19:06 WIB - SMA N 1 Sei Apit Study Banding Ke PT Arara Abadi | 19:06 WIB - Polresta Tangerang Bongkar Sindikat Bobol Mesin ATM Lintas Daerah | 19:06 WIB - Ibu-Ibu PKK Desa Keritang Sambut Hari Ibu Dengan Ajang Lomba Senam | 19:06 WIB - Mahasiswa Riau Dapat Beasiswa Dari PT. RAPP | 19:06 WIB - Limbah Beracun PT Putra Keritang Sawit Cemari Sungai Mengkaseh | 19:06 WIB - Pemerintah Pusat Datangkan BIG
Natuna / Polres Natuna Adakan Penyuluhan UU No. 22 Tahun 2009

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Berlalu Lintas
Polres Natuna Adakan Penyuluhan UU No. 22 Tahun 2009

Natuna - - Kamis, 04/10/2018 - 11:03:06 WIB
Riau Global - Natuna, Polres Natuna mengadakan Penyuluhan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kantor Kelurahan Bandarsyah - Ranai, Rabu (3/10) Pagi

Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K menjadi Narasumber Utama pada kegiatan tersebut serta didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Edy Wiyanto beserta para perwira Polisi. Pesertanya terdiri dari puluhan tukang Ojek dan masyarakat.

Kapolres AKBP Nugroho menyampaikan bahwa tujuan penyuluhan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta pentingnya kepemilikan surat-surat kendaraan dan SIM.

Faktor masih banyak yang buta huruf menyulitkan para tukang ojek untuk mengurus SIM.

Keluhan ini disampaikan Hamzah salah satu Tukang ojek, ketika menyampaikan pendapatnya dihadapan Kapolres AKBP Nugroho.

Dengan santai Kapolres Natuna menjawab bahwa permasalahan buta huruf akan dicarikan solusinya.
"Untuk permasalahan buta huruf sementara ini kita tampung dulu keluhannya, nanti kita carikan solusi terbaik, Ucap AKBP Nugroho.

M.Yusuf yang juga berfrofesi sebagai pengojek juga mengeluhkan pendapatan para pengojek yang semakin menurun, sangat berdampak bagi kehidupan ekonomi keluarga. Sehingga niat untuk mengurus SIM menjadi berkurang.

Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres AKBP Nugroho menyatakan bahwa meskipun pendapatan menurun, tapi pengurusan SIM jangan dilupakan karena hal tersebut untuk keamanan dan keselamatan pengendara.

Untuk biaya pengurusan SIM, Kapolres menegaskan sudah ada ketentuannya dan kalau ada oknun yang meminta biaya tambahan agar jangan sungkan melapor.
"Kalau untuk biaya pengurusan SIM sudah ada ketentuannya. Jika ada biaya tambahan diluar ketentuan, silahkan laporkan ke saya, akan segera saya tindak," tegas Kapolres.

Terkait banyaknya pelanggaran lalu lintas yang lebih didominasi oleh kendaraan roda dua, Kapolres mengaku tindakan yang dilakukan saat ini sifatnya hanya persuasif. Tidak sampai melakukan penilangan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran.

Bulan Agustus kemarin, Polda Kepri bersama Pemprov Kepri menggelar program pemutihan pajak, untuk menggungah kesadaraan pemilik kendaraan yang tertunggak pajak kendaraannya. Karena proses pengurusan pemutihan pajak sangat mudah dan cepat, banyak pemilik kendaraan memanfaatkan program tersebut.

Sebelum mengakhiri sesi tanya jawab, Kapolres AKBP Nugroho mengingatkan peserta agar selama berkendara selalu membawa STNK dan BPKB serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Para peserta juga dibagikan buku petunjuk keselamatan berlalu lintas.


Laporan : Eben S
Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(469) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved