Rabu, 12 Desember 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

19:06 WIB - SMA N 1 Sei Apit Study Banding Ke PT Arara Abadi | 19:06 WIB - Polresta Tangerang Bongkar Sindikat Bobol Mesin ATM Lintas Daerah | 19:06 WIB - Ibu-Ibu PKK Desa Keritang Sambut Hari Ibu Dengan Ajang Lomba Senam | 19:06 WIB - Mahasiswa Riau Dapat Beasiswa Dari PT. RAPP | 19:06 WIB - Limbah Beracun PT Putra Keritang Sawit Cemari Sungai Mengkaseh | 19:06 WIB - Pemerintah Pusat Datangkan BIG
Hukrim / Pertanyakan Persoalan Limbah,Kades Kasikan Dicuekin

Pertanyakan Persoalan Limbah,Kades Kasikan Dicuekin

Hukrim - - Selasa, 09/10/2018 - 07:26:09 WIB
Kades Kasikan Alhudri sempat mengabadikan dirinya beserta tim didepan kantor PT LIL.
TERKAIT:
Tapunghulu,(RiauGlobal)
Untuk mendapatkan keterangan dari pihak perusahan,Kades Kasikan berserta timnya,Minggu(7/09) langsung mendatangi PT Langgak Inti Lestari (LIL) yang terdapat di daerah Tandun,Rohul. 

Disampaikan Kades Kasikan,kedatangannya keperusahaan pengolahan buah sawit ini adalah untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan pengolah buah sawit itu.

"Ya saya bersama tim memang keperusahaan pengolahan buah sawit untuk mempertanyakan dan meminta pertanggungjawaban perusahaan terkait limbah yang telah menganggu dan merugikan masyarakat,'ungkap Alhudri.

"Kasihan masyarakat kami,akibat limbah itu,aktivitas masyarakat dalam memakai PDAM yang merupakan salahsatu sumber mata air tidak bisa dipakai,dimana airnya mengakibatkan gatal-gatal,'sesal Kades Kasikan itu.

Tetapi sayangnya,kedatangan Kades Kasikan dengan tim keperusahaan penghasil limbah itu mengalami kebuntuan alias dicuekin.Dimana pihak manajemen perusahaan PT LIL tidak satupun hadir karena alasan libur.

Seperti berita sebelumnya,Diduga  sungai tapung telah tercemari oleh limbah salahsatu perusahaan perkebunan yaitu PT Langgak Indah Lestari,membuat Kepala Desa Kasikan Alhudri berang.

Seperti yang disampaikan Kades Kasikan Alhudri kepada RiauGlobal.com,kemarin,pihaknya langsung turun kelokasi pembuang limbah PT LIL tersebut terlihat langsung memuara kesungai.

Akibatnya sebut Alhudri,air sungai tapung tempat bermuaranya limbah perusahaan tersebut menghitam dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.Selain itu,PDAM sebagai satu-satunya sumber air yang dipakai masyarakat mati total mengakibatkan masyarakat tidak bisa melaksanakan aktivitas harian mereka,sesal Kades Kasikan.

Dan yang parahnya,tambahnya, air tersebut mengakibat kulit kita gatal-gatal dan sama sekali tidak bisa dipergunakan.
Untuk itu kami meminta pihak pemerintah atau pihak yang berwajib untuk bertindak segera untuk menghentikan aktivitas perusahaan yang jelas merugikan masyarakat,pinta Alhudri.(tim)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(473) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved