Rabu, 24 Oktober 2018 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

19:57 WIB - Misteri Kematian Erizun Semakin Misterius | 19:57 WIB - Pertandingan Gasing Di Gaung Anak Serka | 19:57 WIB - Bupati HM.Harris Lantik 118 Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemkab Pelalawan | 19:57 WIB - Disdukcapil Kabupten kampar melakukan sistem jemput bola dalam perekaman data KTP-e | 19:57 WIB - Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan Mengikuti Program Bootcamp For Young Technopreneur Di Batam | 19:57 WIB - Terkait Pajak Air Permukaan, Peralihan PAP Bukan Menaikkan Tarif ATB
Nasional / Nikah Sejenis Dipasbar Ternyata Tidak Benar Alias Hoax Ini Penjelasannya

Nikah Sejenis Dipasbar Ternyata Tidak Benar Alias Hoax Ini Penjelasannya

Nasional - - Kamis, 11/10/2018 - 17:36:39 WIB
PASBAR (RIAUGLOBAL)
Isu Pernikahan sejenis di Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat yang viral dimedia sosial baru-baru ini ternyata tidak benar alias hoax. Foto yang diunggah di akun Dina Salon dan selanjutnya diposting juga oleh Dezy Anggraini dan diposting lagi oleh Ucok Habiaran itu hanyalah semata untuk memperkenalkan salon yang dimilikinya kepada masyarakat luas.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Syahril, S.H.i kepada wartawan, Kamis, (11/10) .

Pihaknya membantah adanya pernikahan sejenis di Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, yang ada hanyalah pasangan sejenis memakai pakaian adat berpose dan mengunggahnya ke Media Sosial kemudian menjadi heboh dan viral di dunia maya.

Katanya, mereka telah melakukan pengecekkan.

Dan ternyata tidak benar adanya pernikahan sejenis atau LGBT di Ujung Gading Kecamatan Lembang Melintang.

Terkait isu yang mengambang tersebut, sebut Syahril, Muspika bersama pihak terkait, telah melakukan rapat dan memverifikasi isu yang beredar tersebut pada Rabu (10/10) di Aula Kantor Camat Lembah Melintang.

Dalam rapat memverifikasi tentang adanya informasi perkawinan sejenis antara Suhendri (40th) sebagai pengantin laki-laki yang beralamat di Jorong Lubuk Gadang, Nagari Parik, Kecamatan Koto Balingka dengan Irfan(Tuyung) atau Ipeh Sebagai pengantin perempuan beralamat di Pasar lama, Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang itu hadiri oleh Unsur Muspika, Ketua MUI Pasbar beserta rombongan, Kesbangpol, Kepala KUA, Ketua Bamus, Organisasi Mujahidin, Kepala Jorong, Babinsa 2 (dua) orang, bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat dan tokoh agama", paparnya. 

Dijelaskannya, dalam rapat tersebut, ia bersama Kapolsek Lembah Melintang, Danramil Ujung Gading juga seluruh peserta rapat merasa kesal, kecewa dan prihatin atas kejadian beredarnya foto itu sampai viral dan menjadi buah bibir ditengah masyarakat sehingga peserta rapat membuat kesepakatan antara lain: 
 1.Menolak LBGT di Kecamatan Lembah Melintang kususnya dan di Pasbar umumnya. 
 2.Mendesak pemerintah mengeluarkan Perbup mengenai komunitas LGBT. 
 3. Meninjau surat izin salon yg dikelola LGBT karena diprediksi digunakan juga dengan fungsi lain.
 4.Menyepakati tidak melaksanakan kegiatan orgen tunggal dalam bentuk apapun pada malam hari. 
 5.Melarang LGBT berpakaian wanita.
 
 6.Menindak pelaku sesuai proses hukum karena menyalahgunakan pakaian adat. 
 7.Memberikan perlindungan pada yang memposting photo sebab karena merekalah, LGBT ini dapat disikapi Pemerintah Kecamatan. 
 8. Meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk memproses masalah tersebut dalam waktu yang sesingkat singkatnya.

S

Sementara itu Kepala Kesbangpol Pasaman Barat, Hendra Putra ketika dikonfirmasi wartawan pada Kamis (11/10), membenarkan telah menyikapi kasus tersebut dengan menggelar rapat di Kantor Camat Lembah Melintang pada hari Rabu (10/10). 

Katanya,kedepan akan dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Dalam menyikapi hal ini Bupati diminta membuat peraturan khusus seperti Peraturan Daerah (Perda) mengingat maraknya fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang sudah sangat meresahkan di Kabupaten Pasaman Barat. Dengan adanya Perda tersebut akan meminimalisir maraknya fenomena LGBT di Pasbar,ā€ sebutnya. 

 Terpisah, Bupati Pasaman Barat H. Syahiran kepada awak media mengatakan agar masyarakat kedepan lebih jeli dalam menerima informasi, teliti dulu jangan langsung disebar. Bupati bersyukur karena isu yang beredar di media sosial "Facebook" tersebut tidak benar. 

 Untuk dimasa yang akan datang tentunya kita harus teliti dan mengecek dulu kebenaran isu yang berkembang, kalau benar baru diberitakan atau disebar," ajak Bupati. 

 Sementara Ketua Bidang Fatwa Hukum dan Perundang-Undangan MUI Kabupaten Pasaman Barat Zawil Huda, SH menghawatirkan, dengan maraknya LGBT yang ada jangan pula sampai memancing azab Allah SWT turun ke Pasbar seperti daerah lainnya di tanah air.

Oleh karena itu, MUI bersama pemerintah daerah akan terus berupaya meminimalisir keberadaan dan ruang gerak LGBT di Pasaman Barat," Tegasnya. (*)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(701) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved