Rabu, 19 Juni 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

19:13 WIB - Plt.bupati labuhanbatu tepung tawar dan upah-upah kepada calon jama | 19:13 WIB - Kepedulaian Plt. Bupati Labuhanbatu Terhadap Asrizal Ritonga korban bencana kebakaran. | 19:13 WIB - Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke 73, Sekcam : Semoga Polsek Singingi Hilir Semakin Dicintai Masyar | 19:13 WIB - Peringati HUT Bhayangkara ke 73, Polsek Benai Laksanakan Bhakti Sosial dan Anjang Sana | 19:13 WIB - Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke 73, Martunus : Semoga Polsek Logas Tanah Darat Semakin Berjaya | 19:13 WIB - Balitbang Labuhanbatu, Gelar Workshop Penginputan Data Aplikasi E-APBD SIANDI
Meranti / PT. RAPP Latih 43 Orang Petani Pulau Padang Untuk Budidaya Nanas

PT. RAPP Latih 43 Orang Petani Pulau Padang Untuk Budidaya Nanas

Meranti - - Minggu, 21/10/2018 - 21:21:58 WIB
Pulau Padang -Riau Global. Com

PT. Riau Andalan Pulp and Paper mengadakan pelatihan budidaya Nanas terhadap 43 orang petani,baru ini di Kabupaten Kepulauan Meranti-Riau.

43 orang petani tersebut terdiri dari 4 desa di Kabupaten Meranti yakni dari Desa Pulau Payung, Merbau, Tasik dan Desa Putri Puyu. Para peserta juga terbagi dari 2 Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Seluruh peserta mengikuti Pelatihan Lapangan Pertanian dan Budidaya Nanas yang diselenggarakan oleh Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). 

Salah seorang peserta pelatihan bernama Agus Efandi mengatakan sangat terbantu dengan pelatihan yang ditaja PT. RAPP selain cocok untuk pekerjaannya yang bertani juga untuk menambah ilmu pertanian Nanas. Semua cara membudidayakan nenas dijelaskan pada pelatihan mulai dari Penanaman,perawatan,Pemupukan,Penyemprotan juga diterangkan dan dilatih, ujar Agus.

CD Koordinator estate Pulau Padang, Mahmud Hasyim menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas petani dalam memaksimalkan potensi lahan dan budidaya sehingga dapat meningkatkan hasil panen.

"Pertanian dan budidaya nenas yang dijalankan oleh petani saat ini sudah baik. Dengan pelatihan yang diberikan kedepan para petani dapat menjalankan pertanian dengan metode yang lebih baik sehinga hasil produksinya lebih optimal dan berkualitas," ujar Mahmud.

Mahmud menambahkan bahwa budidaya nenas ini merupakan program pertanian one village one commodity (OVOC) dimana setiap desa mempunyai satu komoditas tanaman ungggulan.

"Saat ini nenas menjadi pilihan petani untuk dikembangkan dan kami memberikan dukungan. Harapan kedepannya para petani serius dan berhasil sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat petani," akhir Mahmud. (Redaksi)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(783) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved