Marudut, pemerintah mesti melakukan tindakan pencegahan agar penyakit mematikan ini tidak semakin meluas">
Sabtu, 25 Mei 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

17:00 WIB - Buka Puasa Bersama BRORIVAI Center di Hadiri Beberapa Tokoh Politik. | 17:00 WIB - NA: Pasbar Bakal Keluar Dari Ketertinggalan | 17:00 WIB - Terkait Tiang Pancang DIC , Imam Besar Mesjid Arafah Duri Angkat Bicara | 17:00 WIB - Kades Desa Tengganau Ajak Masyarakat Tetap Jaga Persatuan Pasca Pemilu Dan Pilpres 2019 | 17:00 WIB - Chusnul Mariyah Kupas Tuntas Fenomena Pasca Pilpres di Table Talk BRORIVAI Center. | 17:00 WIB - Plt. Walikota Resmi Luncurkan BRC-LA2H BRORIVAI Center
ADVERTORIAL / Ketua Komisi 4 DPRD Siak Minta Pemkab Tanggapi Serius Kasus DBD Agar tak Meluas

Ketua Komisi 4 DPRD Siak Minta Pemkab Tanggapi Serius Kasus DBD Agar tak Meluas

ADVERTORIAL - - Senin, 05/11/2018 - 20:30:30 WIB

SIAK,(RiauGlobal)
Munculnya
sejumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang warga di
Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, beberapa hari
lalu mendapat tanggapan serius anggota DPRD Siak. Dewan meminta
pemerintah untuk dapat menangani persoalan tersebut secara serius.








“Ketika sudah ada
temuan masyarakat terjangkit DBD, maka harus ditindak lanjuti dengan
melakukan fogging,” kata Ketua Komisi IV DPRD Siak Marudut Pakpahan,
kemarin.








Selain itu, menurut
Marudut, pemerintah mesti melakukan tindakan pencegahan agar penyakit
mematikan ini tidak semakin meluas. Peran aktif masyarakat sangat
penting, mengingat belakangan ini curah hujan tinggi sehingga banyak
terdapat genangan air.








“Saya melihat saluran
air tidak jalan. Diharapkan kesadaran masyarakat agar bagaimana saluran
air lancar. Penanganan DBD ini harus serius karena penyakit ini
berbahaya dan sangat mematikan. Kepala Desa dan RT/RW dapat mengajak
masyarakat bergotong royong dalam menghadapi cuaca yang ekstrim ini,”
harapnya.








Beberapa hari lalu,
kasus DBD telah menjangkit empat warga RT 02/RK 08 Kampung Perawang
Barat. Mereka yang terserang DBD merupakan usia anak-anak. Dua orang
anak bernama Rafi dan Karolin sudah berangsur membaik dan dipulangkan ke
rumah. Sedangkan, Kakak beradik Kalisa dan Bagas dirujuk ke Rumah Sakit
Eka Hospital Pekanbaru sejak kemarin.








Mengingat penyakit DBD ini sangat berbahaya, kejadiannya sudah dilaporkan ke Puskesmas Perawang untuk ditindak lanjuti.







Kepala Puskesmas
Perawang, Drg. Nedra membenarkan, ada warga yang terjangkit DBD dan
petugas sudah turun kelokasi. Dijadwalkan hari ini Puskesmas Perawang
akan melakukan tindakan foging dengan tujuan untuk memusnahkan
jentik-jentik nyamuk yang menyebabkan DBD.








Drg. Nedra meminta
masyarakat, terutama di RT 02 dan RK 08 Perawang Barat, Kecamatan
Tualang, agar dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan gotong-royong.
 (Adv/In)






Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(429) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved