Rabu, 26 Juni 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

17:22 WIB - Diisukan Kades Ikut Bursa Calon Bupati Bengkalis | 17:22 WIB - Targetkan Hasil Panen Yang Maksimal, Serka Ardi Dampingi Para Petani Binaanya | 17:22 WIB - Bupati Wardan Buka Kegiatan Manasik Haji 2019, Diikuti Oleh 564 JCH Asal Inhil | 17:22 WIB - Bupati Inhil Bersama Gubri Susun Terobosan Ekspor Kelapa Menggunakan Kontainer Menuju Thailand | 17:22 WIB - Rutin Lakukan Patroli Karlahut, Pelda Sidaruk Ingatkan Masyarakat Jangan Bakar Lahan | 17:22 WIB - Aparatur Desa Ranah Singkuang Resmi Dilantik, Ini Pesan Kades ?
Lingga / Vonis Zifrizal 1,8 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Vonis Zifrizal 1,8 Tahun Penjara

Lingga - - Jumat, 30/11/2018 - 23:38:41 WIB
Tampak Zifrizal saat di jatuhkan Putusan Vonis 1,8 Tahun Kasus Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Transfortasi Laut Disdik Lingga
TERKAIT:
Riau Global - Tanjungpinang, Ketua lelang Kelompok Kerja (Pokja) tiga, Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kabupaten Lingga, Zifrizal di vonis satu tahun delapan bulan (1,8) penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, Jumat (30/11/2018).

Selain pidana penjara, majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar lima puluh juta rupiah subsidair satu bulan kurungan penjara.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut Zifrizal selama dua tahun enam bulan kurungan penjara.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa yaitu pidana penjara selama satu tahun delapan bulan dan pidana denda Rp 50 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayarkan akan dikenai pidana kurungan 1 bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim Santonius Tambunan SH MH, didampingi Iriaty Khairul Ummah dan Yon Efry saat membacakan amar putusan tersebut.

Saat dinyatakan bersalah, Zifrizal tak kuasa menahan tangis, ia berharap tadinya majelis hakim bisa adil dalam memutuskan perkara yang menjeratnya.

Namun harapan tampaknya tak berpihak, ketiga Majelis Hakim, yakni Santonius Tambunan SH MH selaku Hakim ketua, dan Iriaty Khairul Ummah maupun Yon Efry sebagai Hakim anggota, tak ubahnya dengan sikap Jaksa Penuntut Umum selama ini kepada Zifrizal, yakni tetap memutuskan Zifrizal bersalah.

Atas putusan majelis hakim, kedua belah pihak, baik JPU maupun Penasihat Hukum sama-sama meminta waktu untuk berpikir. Dan waktu itu diberikan selambat-lambatnya satu minggu sejak putusan ditetapkan oleh PN Tanjungpinang.


Laporan : (Sim)
Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(7830) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved