Minggu, 25 08 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

15:24 WIB - Menkominfo RI Akan Kukuhkan Kepengurusan Persada.id. Bupati Inhil Hadir Sebagai Dewan Pembina | 15:24 WIB - Menkominfo RI Akan Kukuhkan Kepengurusan Persada.id. Bupati Inhil Hadir Sebagai Dewan Pembina | 15:24 WIB - Bapak Menjabat Bupati, Anak Ketua DPRD, Formasi Riau Minta Hentikan Dinasti Politik Di Riau | 15:24 WIB - Pemda Akan Carikan Solusi Bagi Korban Yang Terkenak Dampak Kebakaran Di Pasar Terapung | 15:24 WIB - Pembobol Rumah Di Silangkitang Di Bekuk Warga | 15:24 WIB - Gubernur Riau: Pemda Akan Segera Mencari Solusi Bagi Para Pedagang Korban Kebakaran
Hukrim / Kasus Sukhdev Singh, Saksi Ahli Hukum Rekomendasikan Ada Tersangka Baru

Kasus Sukhdev Singh, Saksi Ahli Hukum Rekomendasikan Ada Tersangka Baru

Hukrim - - Rabu, 05/12/2018 - 10:13:53 WIB
Riau Global. Com-Pelalawan

Dugaan penguasaan lahan pengelolaan lahan HPT Tesso Nillo,simpang Basrah Dusun III Tasik Indah, Desa Segati, Kecamatan Langgam seluas 145 hektar yang dilakukan Sukhdev Singh dkk ,Selasa (4/12/2018) kembali dipersidangkan dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi ahli.

Dalam persidangan saksi Ahli Hukum Pidana, DR. Erdianto mengatakan memang dilarang berkebun dikawasan hutan TNTN, tidak seorangpun bisa menguasai lahan tersebut. Dalam kasus ini Sukhdev Singh sebagai pelaku primer dan selayaknya kasus dikembangkan dan menambah tersangka baru karna pemilik lebih bertanggung jawab.

Sukhdev Sing bisa sebagai pintu masuk untuk mengembangkan tersangka baru karna memang secara ketentuan pekerja dan pemilik harus sama bertanggung jawab dengan perbuatannya, ungkap Ahli Hukum.

Secara aturan penangkapan petugas terhadap Sukhdev Singh sebagai pelaku primer itu sah saja, karna dia mengelola kebun dilapangan maka untuk memudahkan penyidikan maka tahap awal cukup hanya menahan Sukhdev Singh akan tetapi selanjutnya kasus ini dapat dikembangkan untuk menahan pelaku utama atau pemilik lahan luas 145 hektar, ujar ahli hukum.

Bila ada berkebun di kawasan adalah salah, kalau perkebunan perorangan dalam kawasan maka pertanggung jawaban adalah perorangan, sejauh mana peran serta. Tetapi kalau yang melakukan adalah korporasi maka diminta pertanggung jawaban korporasi.

Mengurus perijinan perkebunan juga harus diurus oleh pemilik langsung oleh karnanya tidak ada alasan bahwa pelaku utama tidak mengetahui ketentuan yang berlaku. Kalua tidak ada plank di kawasan tersebut maka seseorang tidak bisa disalahkan, tetapi kalau pelaku mengetahui maka bisa dihukum setimpal perbuatannya terang DR.Erdianto.

Penasehat Hukum terdakwa Zulherman Idris mengatakan unsur pasal yang disangkakan tidak memenuhi, sebab belum ada pengukuhan kawasan resmi dari pemerintah hingga namanya peta temu gelang.

Kalau kasus bergulir atau penambahan tersangka baru tentu saya sangat prihatin ujar Pengacara terdakwa Sukhdev Singh.

PH Sukhdev Singh juga menuturkan bila kasus ini tetap bergulir itu adalah hak mereka, tetapi sampai hari ini belum ada penetapan kawasan TNTN. Kami juga memiliki surat tanah yang sah yakni surat pengoperan tanah sampai jual beli sampai notaris, surat legalisasi juga ada.

Dalam keterangan saksi ahli Pemetaan Kawasan Kehutanan, Syafrudin Perwira Negara mengungkapkan TNTN belum ada penetapan kawasan tersebut dari mana hingga kemana.

Belum bisa dikatakan mereka menduduki kawasan TNTN. Saksi ahli mengatakan belum mengetahui kalau ada ijin kegiatan lain disana.

Wilayah perkebunan Sukhdev Singh dkk tidak dapat dipastikan apakah itu wilayah kawasan sebab belum adanya penetapan kawasan dari pusat. Pemancangan dan tapal batas dilakukan,tapi bukan keseluruhan peta hanya peta bersangkutan akan tetapi akan disatukan nantinya secara baik sampai temu gelang.

Penetapan mengenai luas dan panjang kawasan,itulah makna dari penetapan dan pastinya dalam lingkaran. Penetapan kawasan biasanya di keluarkan Gubernur dan dinaikkan lagi ke Menteri.

Persidangan kasus dugaan penguasaan lahan Sukhdev Singh dipimpin Ketua Majelis Hakim, Nelson Angkat MH dan JPU Praden Simanjuntak MH. Agenda Selasa minggu depan persidangan mendengarkan saksi Ahli dari terdakwa.

Kasus ini bermula penangkapan pelaku perusakan lahan milik TNTN oleh Gakumdu Riau di simpang Basrah Dusun III Tasik Indah, Desa Segati, Kecamatan Langgam.
(Yusuf Situmorang)


Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Minggu, 20/01/2019 - 09:46:38 WIB
Seorang Nenek Rela Terbunuh Demi Selamatkan 3 Orang Cucunya
Jumat, 30/11/2018 - 23:38:41 WIB
Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Vonis Zifrizal 1,8 Tahun Penjara
Kamis, 30/08/2018 - 09:55:20 WIB
Dalam Hitungan Jam , Pelaku Pembunuhan Diperkebunan Pt Adei Berhasil Ditangkap Buser Pinggir
Jumat, 16/08/2019 - 14:31:00 WIB
Plt, Bupati Labuhanbatu Ikuti Rapat Paripurna Dan Pembacaan Pidato Presiden RI
Plt, Bupati Labuhanbatu Ikuti Rapat Paripurna Dan Pembacaan Pidato Presiden RI
Minggu, 19/05/2019 - 18:01:14 WIB
PKS Bawa Fitnah Penggelembungan Suara di Mandau dan C1 Aspal Ke Ranah Hukum.
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved