Kamis, 17 Januari 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

13:59 WIB - Suasana Haru Iringi Sidang Vonis Mati Terdakwa Kasus Narkoba | 13:59 WIB - Pemberdayaan Untuk Kesejahteraan Petani di Kawasan TECHNO PARK Pelalawan Propinsi Riau | 13:59 WIB - Ketua DPC HNSI Inhil Tinjau Potensi Siput Laut Sebagai Komoditas Ekspor | 13:59 WIB - Tuna wisma 70 Tahun Jadi Sasaran Polsek Kemuning | 13:59 WIB - Paur Humas Polres Pelalawan, IPDA Leonardo Sitanggang Ajak Awak Media Coffe Morning | 13:59 WIB - UKW Abal-Abal Versi Dewan Pers Di Sanggah DPI
Ekonomi / Kebun Sawit PT. AA Berstatus HTI PT. RSU

Kebun Sawit PT. AA Berstatus HTI PT. RSU

Ekonomi - - Kamis, 03/01/2019 - 19:17:17 WIB
Pekanbaru,(RiauGlobal)
lahan perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT. Agro Abadi seluas 12.600 hektar di kecamatan Kampar Kiri kabupaten keseluruhannya masih berstatus lahan hutan tanaman industri (HTI) milik PT. rimba Seraya Utama (SRU) dimana PT. AA dan PT. RSU masih satu holding company.

Soal dugaan pengelolaan lahan HTI yang dialihfungsikan secara ilegal menjadi perkebunan kelapa sawit tersebut dibenarkan oleh kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau Ir. Erfin Rizaldi diruang kerjanya Kamis (03/01/2018). Ia mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih mengakui kalau izin HTI kepada PT. RSU belum dicabut tetapi sejak tahun 2004 dialihfungsikan secara ilegal menjadi perkebunan kelapa sawit oleh PT. AA secara bertahap. 

"Benar, perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT. Agro Abadi sekarang masih berstatus lahan HTI PT. Simba Seraya Utama, karena kedua perusahaan ini masih berada dalam satu grup usaha yang sama.  Artinya telah terjadi penyalahgunaan perizinan yang dikeluarkan Menteri Kehutanan dengan surat bernomor 599/kpts-II/1996 tertanggal 16 September 1996 seluas 12.600 hektar,"tegas Erfin.  

Ditanya langkah yang akan dilakukan DLHK Riau,  kadis menyebutkan bahwa pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan investigasi menyeluruh ke lokasi,  terkait perkebunan kelapa sawit ilegal yang dikelola PT. AA. Seharusnya PT. RSU tetap merealisasikan lahan HTI di kecamatan Siak Hulu dan kecamatan Kampar Kiri kabupaten Kampar. 

"Kita akan lakukan investigasi total terkait dugaan pengalihan fungsi lahan HTI dengan menurunkan tim dari penegakan hukum terpadu DLHK Riau serta melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Apabila memang terbukti ada pengalihan fungsi lahan secara ilegal tentu kita harapkan kementerian LHK mengambil langkah tegas, "terang Erfin lagi. 

Untuk diketahui PT. RSU adalah perusahaan yang mendapatkan izin berupa Surat Keputusan Hutan Tanaman Industri Transmigrasi sesuai SK menteri kehutanan nomor 599/KPTS-II/1996 seluas 12.600 hektar.  Disisi lain ada surat perizinan kepada PT. Agro Abadi yang nempeoleh perizinan dari pemerintah kabupaten Kampar tentang izin lokasi sesuai SK bupati Kampar nomor 88 A tanggal 29 April 2006 seluas 4.500 hektar dan izin usaha perkebunan (IUP) berdasarkan SK bupati Kampar nomor 420 tanggal 04 September 2006 seluas 4.500 hektar. 

PT. AA dan PT. RSU diduga kuat telah melanggar Undang-Undang nomor 19 tahun 2004 tentang kehutanan,  Undang-Undang nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan,  Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 junto Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(Op)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(456) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved