Kamis, 17 Januari 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

13:59 WIB - Suasana Haru Iringi Sidang Vonis Mati Terdakwa Kasus Narkoba | 13:59 WIB - Pemberdayaan Untuk Kesejahteraan Petani di Kawasan TECHNO PARK Pelalawan Propinsi Riau | 13:59 WIB - Ketua DPC HNSI Inhil Tinjau Potensi Siput Laut Sebagai Komoditas Ekspor | 13:59 WIB - Tuna wisma 70 Tahun Jadi Sasaran Polsek Kemuning | 13:59 WIB - Paur Humas Polres Pelalawan, IPDA Leonardo Sitanggang Ajak Awak Media Coffe Morning | 13:59 WIB - UKW Abal-Abal Versi Dewan Pers Di Sanggah DPI
Nasional / Masyarakat Maligi Tidak Merasakan Indahnya HUT Ke 15 Kab. Pasbar

Mansyarakat Berharap Pembangunan Jembatan Suak Maligi Dapat Dilanjutkan
Masyarakat Maligi Tidak Merasakan Indahnya HUT Ke 15 Kab. Pasbar

Nasional - - Kamis, 10/01/2019 - 16:05:15 WIB
PASBAR, RIAUGLOBAL--- Ribuan masyarakat Nagari Persiapan Maligi dan Nagari Persiapan Sikilang tidak dapat menikmati indahnya kebersamaan HUT ke-15 Kabupaten Pasaman Barat yang terselenggara dihalaman Kantor Bupati setempat. Acara yang dimulai pekan lalu itu terdengar sangat meriah.

Masyarakat kecewa, karena mereka hanya dapat kabarnya saja dan tidak bisa menikmati indahnya kebersamaan pesta HUT Pasbar tersebut. Hal ini dikatakan oleh Al Fajri kepada awak media kemarin Rabu, 09-01-2019 di maligi.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dapat melihat dan mendengar anspirasi warga setempat.

"Mau lewat mana kami hendak melintas, jika kami melewati PT Gersindo itu sangat berbahaya sekali. Karena banyak sekali binatang buas seperti ular, buaya dan lainnya yang berkeliaran dimalam hari", papar Al Fajri.

Katanya, Sungai batang suak maligi adalah satu-satunya akses jalan yang bisa ditempuh dikala musim kemarau tiba. "Kami berharap agar pembangunan jembatan sungai batang suak maligi dapat dilanjutkan demi kelangsungan hidup masyarakat maligi dan sikilang", harapnya.

Senada, sekretaris nagari persiapan maligi Hendrian juga berharap kepada pemkab pasbar dapat memenuhi dan mendengar anspirasi masyarakat maligi dan sikilang. Selain satu-satunya akses menuju pusat kota, sungai batang suak maligi juga adalah satu-satu urat nadi masyarakat setempat untuk melangsungkan kehidupan serta perekonomian.

"Jalan adalah satu-satunya ujung tobak perekonomian. Jika jaoan tidak ada bagai mana ekonomi mau berkembang, bagai mana ekonomi mahu maju. Jika terjadi stunami kemana kami akan lari 'siapa yang mahu bertanggung jawab'. Maka dari itu kami sebagai pemerintahan nagari berharap kepada pemkab benar-benar melihat kondisi masyarakat maligi", papar Hendrian dengan nada tegas. (M/By. Roni)
Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(345) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved