Selasa, 19 Februari 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

14:18 WIB - Kapolsek Sungai Apit AKP Imron Teheri Resmi Buka STQ Tingkat Kampung Teluk Batil | 14:18 WIB - Bupati Inhil Resmikan Gedung Baru PAUD Mutiara Hati Desa Sungai Ambat, Enok | 14:18 WIB - Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Bupati Inhil Kenang Masa 1 Tahun Silam | 14:18 WIB - Tingkatkan Pariwisata, Melirik Desa Sebagai Destinasi Wisata | 14:18 WIB - Yamaha Vixion Vs Truck Colt Disel Dijalinsu Km 112 Desa Semunai , Pengendara MD | 14:18 WIB - 4 Pelaku Curat Diamakan Tim Opsnal Polsek Pinggir
Nasional / Seorang Nenek Rela Terbunuh Demi Selamatkan 3 Orang Cucunya

Seorang Nenek Rela Terbunuh Demi Selamatkan 3 Orang Cucunya

Nasional - - Minggu, 20/01/2019 - 09:46:38 WIB
Sumut-(Riau Global. Com)

Peristiwa sadis terjadi di Desa Sigotom Julu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, Jumat (18/1/2019). Seorang Nenek rela terbunuh untuk menyelamatkan 3 orang cucunya dari aksi percobaan Pemerkosaan.

Sekitar pukul 00.15 WIB dini hari, seorang nenek berusia 75 Tahun bernama Dermina Simanjuntak (dipanggil Ompung Sudiono) tewas ditikam.

Dermina Simanjuntak tewas seteleh bagian dadanya ditikam secara tiba-tiba oleh pelaku bernama Barita Tambunan.

Selain menusuk Dermina Simanjuntak, Barita Tambunan juga nyaris membunuh tiga cucu Barita Tambunan dengan pisau yang dibuatnya membunuh Dermina Simanjuntak.

Ketiga cucu Dermina Simanjutak yang turut terluka yaitu 

1. Fransisca Tambunan (14) mengalami luka sayat di jempol kanan

2. Nova Olivia Tambunan (9) menderita luka tusuk di bagian leher.

3. Yohanna Tambunan (5) menderita luka tusuk di bagian lengan kiri.

"Ketiganya adalah cucu dari Ompung (nenek) Sudiono, yang tewas dalam kasus pembunuhan tersebut," kata Kabag Humas Polres Taput Aipda Sutomo Simare-mare melalui sambungan telepon seluler, Jumat (18/1/2019).

Aipda Sutomo Simare-mare menuturkan bahwa pelaku sudah mereka kenali dan sedang dilakukan pengejaran. "Pelaku lari ke hutan, kita sedeng kejar pelakunya," ujarnya.

"Sementara kedua cucunya yang mengalami luka serius masih di rawat dengan intensif," tambahnya.

Pelaku menurut Aipda Sutomo merupakan kerabat dari korban, dan masih tinggal di kampung yang sama dengan korban.

"Jadi memang kampung itu semua bermarga Tambunan," beber Aipda Sutomo.

Diketahui bahwa suami korban yang tewas bermarga Tambunan, begitu juga dengan korban luka-luka diketahui bermarga Tambunan. 

Dalam silsilah marga Batak, mereka ini masih satu keluarga. 

Sutomo menjelaskan kasus pembunuhan ini tergolong cukup sadis. Lantaran pelaku menjalankan aksinya tepat saat para korban tertidur pulas.
(** )

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(8640) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved