Rabu, 19 Juni 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

08:52 WIB - Pengadilan Negeri Kelas IA Batam, Dan Pengadilan Agama Kelas IA Batam | 08:52 WIB - Peringatin HUT Bhayangkara Ke 73,Polsek Logas Tanah Darat Bantu Warga Kurang Mampu | 08:52 WIB - Peringati HUT Bhayangkara ke 73, Polsek Logas Tanah Darat Bantu Warga Kurang Mampu | 08:52 WIB - Tingkatkan Sinergitas Camat Kampar Ngopi Bareng Wartawan | 08:52 WIB - Sekda Inhil: Gaji 13 PNS Akan Cair 1 Juli | 08:52 WIB - Camat Rantau selatan Himbau Warga Laksanakan Jum
Ekonomi / Salurkan PSR, PT.Siringo Ringo Jaminkan Bibit Berkwalitas

Salurkan PSR, PT.Siringo Ringo Jaminkan Bibit Berkwalitas
Salurkan PSR, PT.Siringo Ringo Jaminkan Bibit Berkwalitas

Ekonomi - - Sabtu, 18/05/2019 - 13:26:32 WIB

Labuhanbatu

Musim Mas group melalui anak perusahaan PT Siringo-ringo bersama Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Launching perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) kepada para petani di lingkungan Sidodadi Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Rantau Utara. Kamis (16/5/2019).

Hadir pada kegiatan tersebut Plt Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT didampingi Kepala Dinas Pertanian Agus Salim Ritonga SP, Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara diwakili Kabid Produksi dan Pengembangan Lisdayani Siregar, UPTD Provinsi Sumatera Utara Balai Besar dan Proteksi Perkebunan Dirjen Perkebunan Mentan Ir. Asnilawarni MMA, General Manager of Programmes and Projects PT Musim Mas Rob Nicholls beserta jajaran dan staf, kelompok tani dan para undangan lainnya.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Bidang Produksi dan Pengembangan Lisdayani Siregar mengatakan, Program Peremajaan Sawit PSR sudah diupayakan 2 tahun yang lalu. Baru perdana ini dilakukan di Kabupaten Labuhanbatu. Melalui PSR, 58 wilayah yang direkomendasikan.

"Target di Provinsi Sumatera Utara tahun ini 414.660 Ha. Sudah 2 tahun yang lalu program ini, dan baru ini kita Lounching perdana di Kabupaten Labuhanbatu. Untuk di Kabupaten Labuhanbatu ditargetkan 1039 Ha. Mudah-mudahan bisa terpenuhi target seperti yang diharapkan atau bisa melebihi dari target yang dimaksud."katanya.

Dia berharap, petani-petani di Kabupaten Labuhanbatu dapat mengikuti program PSR ini. Karena, menurutnya program PSR ini dapat menjadi harapan para petani untuk dapat meningkatkan kualitas dan mutu yang baik dari hasil produksi kelapa sawit.

"Harapan kami semakin banyak petani yang ikut serta dalam program ini. Bantuan dana hibah Rp.25 juta kan gratis bisa dimanfaatkan sebaik mungkin seperti yang menerima di acara Lounching perdana ini. Dana dari perbankan baru melakukan pengembalian nantinya."tutupnya.

General Manager of Programmes and Projects PT Musim Mas, Rob Nicholls dalam keterangannya, mengatakan sangat mendukung program pemerintah Peremajaan Switch Rakyat. Dimana, Pogram tersebut menjadi program peningkatan perekonomian masyarakat tani di Kabupaten Labuhanbatu.

"Kami sangat mendukung dengan adanya program peremajaan sawit dari Pemerintah dalam upaya peremajaan sawit rakyat. Program tersebut berkolaborasi antar sektor, seperti Pemerintah dan bank sangat penting untuk mendukung petani kecil agar terus diadopsi secarai baik praktik pertanian secara berkelanjutan." kata Rob.

Diharapkan, lanjutnya dengan peremajaan sawit ini berefektif positif dan kualitas nantinya semakin baik. Selain itu, masyarakat dilingkungan perusahaan juga ikut maju. Artinya maju bersama perusahaan."katanya.

Selain memberikan dana hibah sebesar Rp.25 juta/Ha dari BPD PKS, PT Siringo-Ringo akan memberikan pendampingan. Dimana pendampingan ini diberikan sebagai wujud kebersamaan antara masyarakat dengan Perusahaan.

"BPD PKS memberikan dana hibah Rp.25 juta. Tetapi dana itu kan tidak cukup. Untuk mencukupinya, pihak perusahaan akan menjadikan penjamin (Apalis) ke perbankan atas nama Koperasi Maju lancar Mandiri untuk menutupi kekurangannya. Karena untuk 1 hektar kebun kelapa sawit tidak cukup Rp.25 juta, paling tidak Rp.50 - Rp.60 juta. Selain hal tersebut, Perusahaan akan mendampingi petani. Mulai replanting, menanam kembali sampai berproduksi kebun kelapa sawitnya. Perusahaan akan menurunkan tenaga-tenaga teknis yang mendampingi. Jadi, setelah mendapatkan bantuan, petani tadi tidak dibiarkan untuk berkebun sendiri. Ada transfer teknologi yang diberikan ke petani."jelasnya.

Kemudian dalam hal keuntungan perusahan dan masyarakat. Dia menerangkan, kebun sawit milik masyarakat akan lebih produktif. Kualitas ataupun mutu lebih menjamin dari sisi kultur teknis dengan tanaman. "Standardnya dengan tanaman kebun inti perusahaan. Artinya tidak ditanam sembarang. Tetapi sudah dengan kultur teknis dan best kelapa sawit. Sedangkan perusahaan merupakan suatu bentuk kebersamaan bersama masyarakat atau CSR ke masyarakat."paparnya.(Azhar/Wahyu)
Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(363) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved