Rabu, 19 Juni 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

08:52 WIB - Pengadilan Negeri Kelas IA Batam, Dan Pengadilan Agama Kelas IA Batam | 08:52 WIB - Peringatin HUT Bhayangkara Ke 73,Polsek Logas Tanah Darat Bantu Warga Kurang Mampu | 08:52 WIB - Peringati HUT Bhayangkara ke 73, Polsek Logas Tanah Darat Bantu Warga Kurang Mampu | 08:52 WIB - Tingkatkan Sinergitas Camat Kampar Ngopi Bareng Wartawan | 08:52 WIB - Sekda Inhil: Gaji 13 PNS Akan Cair 1 Juli | 08:52 WIB - Camat Rantau selatan Himbau Warga Laksanakan Jum
ADVERTORIAL / Luhut Binsar Panjaitan,Menkomaritim Launcing STTKSI di Kawasan Teknopolitan

Luhut Binsar Panjaitan,Menkomaritim Launcing STTKSI di Kawasan Teknopolitan

ADVERTORIAL - - Rabu, 01/05/2019 - 12:41:42 WIB
Bupati Pelalawan dan Menko Kemaritiman.
TERKAIT:
Pelalawan,(RiauGlobal)
Menkomaritim RI, Luhut Binsar Panjaitan meresmikan Sekolah Tinggi Teknologi Kelapa Sawit Indonesia(STTKSI) pada Senin, (29/4/2019) di Kawasan Teknopolitan, Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan-Riau.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum
Bupati Pelalawan HM Haris dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.


Dalam sambutannya dihadapan masyarakat Pelalawan dan Para Pejabat, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta agar STTKSI bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).Karena kampus ITB sudah memiliki teknologi soal kelapa sawit.

"Artinya, agar lebih konkret, saya minta sekolah tinggi kelapa sawit yang ada di kawasan teknopolitan dapat melakukan kerjasama dengan ITB, sehingga para generasi penerus bangsa bisa mandiri," ujarnya.

Saat ini, menurut Luhut, hasil turunan kelapa sawit di Indonesia memang masih jauh dari cukup. Padahal dari sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, khususnya Kabupaten Pelalawan sangat banyak. Karena itu, produksi sawit di Pelalawan ke depan harus terus ditingkatkan.

"Diharapkan, keberadaan STTKSI di kawasan Teknopolitan akan menghasilkan tenaga terampil yang mampu mengolah produk turunan kelapa sawit. Tidak hanya CPO saja seperti saat ini. Pemerintah pusat tentunya sangat mendukung upaya Pemkab Pelalawan membangun kawasan Teknopolitan ini," jelas Menkomaritim.  

Bupati Pelalawan, HM. Harris menuturkan pada launcing STTKSI, Riau kini dipenuhi perkebunan kelapa sawit, baik milik perusahaan maupun masyarakat petani. Keberadaan perkebunan sawit tersebut, jelas memiliki potensi besar bagi ekonomi masyarakat dan daerah bila saja dikelola dengan baik.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri

Menko Maritim Luhut Panjaitan foto bersama Rektor STTKSI Prof. DR Detri, Bupati HM Harris dan penerima beasiswa.

Kelapa sawit selain diambil minyaknya sebagai bahan baku minyak makan, ternyata setelah melalui penelitian dan uji laboratorium bisa menghasilkan berbagai produk lain dengan nilai ekonomis yang menjanjikan,ungkap Bupati Pelalawan, HM. Harris pada di acara Launcing STTKSI di area Teknopolitan Kecamatan Langgam.

Untuk memaksimalkan potensi sawit di Kabupaten Pelalawan, pemerintah daerah kemudian membangun kawasan industri teknopolitan di Kecamatan Langgam. Kawasan tersebut diperuntukan untuk pengolahan turunan minyak sawit. Bahkan, Pemkab Pelalawan juga membangun perguruan tinggi yang konsen dengan persoalan sawit, yakni Sekolah Tinggi Teknologi Kelapa Sawit Indonesia (STTKSI).

Bupati HM Harris mengatakan, Pelalawan pada tahun 2006 atau 13 tahun lalu telah dinyatakan oleh negara sebagai satu dari 12 daerah tertinggal di Indonesia. Dimana ketertinggalan tersebut dilihat dari lima indikator yang masih sangat lemah, seperti permasalahan pelayanan kesehatan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya bidang pendidikan, infrastruktur desa, rendahnya rasio elektrifikasi dan meningkatnya angka kemiskinan.

Melalui pendekatan pembangunan yang dilakukan secara perlahan, saat ini Pelalawan telah berhasil keluar dari predikat ketertinggalan tersebut. Pendekatan pembangunan yang dilakukan dengan penguatan sistem inovasi. Dalam hal ini, Pemkab Pelalawan melaksanakan lima langkah utama terkait penguatan sistem inovasi.

Kelima langkah tersebut adalah Mengembangkan ekosistem kreatifitas dan inovasi daerah, Mengembangkan klaster industri unggulan daerah, Membangun kawasan Teknopolitan, Berkembangnya bisnis dan industri inovatif, Meningkatkan pemenuhan air bersih, energi bersih, transportasi hijau, dan teknologi informasi serta lingkungan yang berkualitas.

HM Harris juga menyebut, melalui visi 2016-2021 yaitu "Inovasi Menuju Pelalawan Emas" singkatan Ekonomi Mandiri, Aman dan Sejahtera. Pemkab Pelalawan terus berkomitmen untuk kemajuan pembangunan Pelalawan. Sedangkan makna dari Visi tersebut adalah pembangunan yang didorong oleh upaya, gerakan dan prakarsa inovatif menuju kabupaten Pelalawan yang mandiri dalam ekonomi, aman dan sejahtera dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, keramaian, topi dan luar ruangan
Menko Maritim didampingi Bupati HM Harris menuju lokasi acara. (Foto:Istimewa)

Dalam mewujudkan visi tersebut, HM Harris menyebut, ada tujuh program prioritas, salah satunya program Pelalawan Inovatif. Dimana Program Pelalawan Inovatif merupakan upaya Pemkab Pelalawan dalam meningkatkan daya saing daerah melalui pendekatan inovatif dengan membangun kawasan ekonomi baru yang mengintegrasikan industri bernilai tambah tinggi dengan pusat riset dan perguruan tinggi yang disebut Kawasan Teknopolitan Pelalawan sebagai simpul dari Jaringan Inovasi Pelalawan, Riau dan Sumatera.

Sedangkan program Pelalawan Inovatif ini juga telah berdampak pada semakin siapnya daerah Kabupaten Pelalawan menghadapi persaingan global. Pemkab Pelalawan juga terus intensif melakukan persiapan, termasuk tahun 2015 lalu membangun Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang sekarang berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Kelapa Sawit Indonesia (STTKSI)," paparnya.

STTKSI ini menjadi salah satu pilar utama dari kawasan Teknopolitan yang semakin memperlihatkan fungsi dan perannya. Disamping menjalankan proses belajar, mengajar dan penelitian, saat ini STTKSI juga difungsikan untuk menjadi pusat riset dan pusat inovasi kawasan.

"Selain pembangunan kawasan Teknopolitan, Pemkab Pelalawan berencana membangun Pelabuhan Sokoi di Kuala Kampar. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan kargo dan mendukung ke kawasan teknopolitan. Pembangunannya dalam rangka mendukung program Pemerintah Pusat dalam membuka akses transportasi internasional di wilayah perairan Pelalawan yang bersebrangan dengan Malaysia dan Singapura," ujarnya.

Di kawasan ini akan dibagi tiga zona, yakni zona pendidikan, riset dan industri. Di luar dari program Kabupaten Pelalawan, program Nasional itu bagaimana mendatangkan wisata 20 juta orang pertahun.

"Dengan dibukanya pembangunan jalan tersebut, akan terbuka kesempatan para wisatawan datang ke Kabupaten Pelalawan. Karena wisatawan kita juga sudah ke mancanegara, seperti wisata Berselancar Bono yang sudah mendunia. Kedua Program Pembangunan Nasional, mendirikan 100 teknopark seluruh Indonesia," tukasnya.

Dalam rombongan Luhut Binsar Panjaitan terlihat Kepala BPPT diwakili Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Dr Gatot Dwiyanto, Pangdam I Bukit Barisan, Direktur Kawasan Sain dan Teknologi Kemeristekdikti, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Kepala Balitbang Industri Kementerian Perindustrian, Direktur Utama PT Pindad, Diretur Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit Indonesia dan undangan lainnya. (Adv/Diskominfo)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)

(529) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved