Selasa, 10 Desember 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

16:09 WIB - Bupati Labuhanbatu Resmikan Rumah Bedah Warga Rantau Utara. | 16:09 WIB - Bangun Jalan Sepanjang 600 Meter, Warga Aur Serumpun Kinali Ucapkan Terimakasih Kepada H. Dalius K | 16:09 WIB - Lewati Medan Berat, Anggota DPRD Kab. Bengkalis Al Azmi Laksanakan Reses di Dusun Tiga Bagan Benio | 16:09 WIB - Memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, Kejari Pelalawan Taja Lomba Pidato SMA Sederajat | 16:09 WIB - Jajaran Koramil 01/Bengkalis Maksimalkan Kinerja Cegah Karlahut Di Wilayahnya | 16:09 WIB - Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia 2019
Hukrim / 8 Poin Permintaan FORMASI Riau Kepada Presiden RI dan Kapolri Terkait Karhutla,Kerusakan Hutan

8 Poin Permintaan FORMASI Riau Kepada Presiden RI dan Kapolri Terkait Karhutla,Kerusakan Hutan

Hukrim - - Sabtu, 10/08/2019 - 10:25:25 WIB
Pekanbaru-Riau Global. Com

Direktur penggiat Forum Masyarakat Bersih Riau (FORMASI RIAU) Dr. Muhammad Nurul Huda, SH. MH meminta 8 poin kepada Presiden Republik Indonesia dan Kapolri terkait karhutla dan kerusakan hutan yang terjadi di Riau,ujar Muhammad Nurul pada Sabtu (09/8/2019) di Pekanbaru.

Sehubungan dengan asap akibat karhutla dan kerusakan lingkungan yang terjadi di Riau, FORMASI RIAU dengan ini meminta 8 poin kepada Bapak Presiden,Kapolri,kepada Instansi terkait yakni:

Yang pertama yakni meminta Bapak Presiden Jokowi untuk segera mengevaluasi penegakan hukum lingkungan, perizinan dan kepatuhan pajak terhadap korporasi-korporasi HTI dan Sawit.

Kami dari FORMASI juga meminta kepada Bapak Kapolri agar memerintahkan Polda Riau untuk mengkaji kembali SP3 15 perusahaan terdahulu, serta melakukan gelar perkara terbuka dengan melibatkan seluruh pakar hukum, pakar lingkungan, LSM-LSM dan Tokoh masyarakat serta Mahasiswa.

Direktur FORMASI juga meminta kepada Kepolisian, Kejaksaan, KLHK, KPK serta Instansti vertikal dan Daerah agar memeriksa seluruh perusahaan yang ada di Riau terkait perizinan, kepatuhan pajak, serta kepatuhan terhadap lingkungan.

Permintaan ke 4 kami yakni meminta korporasi-korporasi sawit dan HTI yang belum patuh terkait peraturan perundang-undangan mengenai tata kelola usaha nya untuk segera memperbaiki tata kelola usahanya.

Dr. Muhammad Nurul Huda juga meminta Rektor Se-Riau membuat pernyataan dan kekecewaan terhadap persoalan asap dan penegakan hukum disektor SDA yang tidak kunjung terselesaikan.

Tidak sampai disitu saja, pada poin 6 FORMASI Riau meminta UNI EROPA untuk mengevaluasi kembali perjanjian dagang dengan korporasi-korporasi HTI dan Sawit.

Poin ke 7 FORMASI Riau meminta WTO (World Trade Organization) untuk mengevaluasi keikutsertaan Indonesia dalam WTO.

Terakhir pada poin 8 Direktur FORMASI Riau juga meminta kepada UNEP (United Nations Environment Programme) untuk melakukan investigasi terkait Karhutla, Gambut serta ketaatan terhadap prinsip-prinsip perlindungan lingkungan hidup terhadap korporasi sawit dan HTI yang ada di Riau.

Karena menurut Nurul Huda bahwa kebakaran hutan dan lahan telah membuat kerugian kesehatan masyarakat yang tidak bersalah, kerugian negara yang sangat besar karna merusak lingkungan. (yusuf Situmorang)


Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Senin, 09/09/2019 - 13:55:51 WIB
Karena Hutang tidak kunjung dibayar, Kepala BPKAD Kuansing diposting oleh Akun FB Putri Permatasari
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Minggu, 01/09/2019 - 15:38:55 WIB
Pantun Dan Rasa Haru Hiasi Pisah Sambut Kapolsek Kemuning
Minggu, 20/01/2019 - 09:46:38 WIB
Seorang Nenek Rela Terbunuh Demi Selamatkan 3 Orang Cucunya
Jumat, 30/11/2018 - 23:38:41 WIB
Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Vonis Zifrizal 1,8 Tahun Penjara
Kamis, 30/08/2018 - 09:55:20 WIB
Dalam Hitungan Jam , Pelaku Pembunuhan Diperkebunan Pt Adei Berhasil Ditangkap Buser Pinggir
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved