Senin, 18 November 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

14:58 WIB - Kebakaran Lahan Di Desa Tanah Merah, Wilayah PT Sambu | 14:58 WIB - Pria 50 Tahun Ditangkap Polres Pelalawan Karna Membawa Shabu | 14:58 WIB - Ketua DPRD Bengkalis H. Khairul Umam Hadiri peresmian (SMP) Islam Terpadu Al-I'Tidalussunny | 14:58 WIB - Pengembangan Ekonomi Kemasyarakatan, Melalui UMKM | 14:58 WIB - Meresmikan SMP Islam Terpadu Pesantren Al- I’tidalussunny, Kasmarni Amril Dapat Kejutan | 14:58 WIB - Bersama Masyarakat Kampung Olak, Sertu Ardhi Laksanakan Patroli dan Sosialisasi Karlahut
Hukrim / Perkara Pengelolaan Lahan TNTN Nama Cyrus Sinaga Miliki Lahan 300 Ha Pada Berkas Bathin Arifin

Perkara Pengelolaan Lahan TNTN Nama Cyrus Sinaga Miliki Lahan 300 Ha Pada Berkas Bathin Arifin

Hukrim - - Sabtu, 02/11/2019 - 15:13:43 WIB
Kapolres Pelalawan AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK dan Gambar wilayah TNTN sudah ditanami sawit dan menjadi pemukiman masyarakat.
TERKAIT:
Pelalawan-Riau Global. Com

Nama mantan jaksa terkenal Cyrus Sinaga SH disebut dalam kasus jual beli lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Propinsi Riau. Cyrus disebut dalam berkas perkara Abdul Arifin (bathin arifin/ pemangku adat) pengelolaan perkebunan di TNTN .

Cyrus Sinaga disebut sebut sebagai sepadannya Abdul Arifin dan diduga cukong pembeli lahan. Hal ini di sampaikan Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi melalui kasat reskrim AKP Teddy Hardian Sik, Jumat (01/11/2019).

"Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan terus mendalami kasus dugaan perambahan lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Bukit Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras yang ditangani sejak Bulan Agustus lalu.

Penyidik Satreskrim Polres Pelalawan telah menangkap dan menahan tersangka Abdul Arifin yang diduga melakukan aktivitas perkebunan di areal TNTN" ungkap Teddy..
Tersangka Arifin merupakan pemangku adat di masyarakat setempat yang menjabat sebagai Bathin Hitam. Hampir tiga bulan Batin Arifin mendekam di sel tahanan mapolres.
"Sampai sekarang masih dalam pemberkasan perkara bersama Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pelalawan. Sekaligus mendalami kasusnya untuk membongkar bukti sebenarnya," beber Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIK, baru baru ini.

Kapolres Hasyim menyebutkan tersangka Arifin diperiksa intensif karena diduga tidak hanya membuka kebun di lahan TNTN. Namun ada indikasi praktik jual beli tanah milik negara itu yang dilakukan Arifin kepada para pembeli atau pemilik modal yang hendak membangun kebun kelapa sawit.

Nama Cyrus Sinaga disebut dalam Kasus Jual Beli Lahan TNTN Riau, Polisi Kejar Cukong Pembeli Lahan . Cyrus disebut batas sempadan Abdul Arifin. Kapolres mengakui adanya gugatan perdata yang dilayangkan pengacara Batin Abdul Arifin terkait status lahan TNTN ke pengadilan bersamaan dengan penanganan perkara pidananya. "Ada gugatannya benar, ini lagi berproses pidana dan perdata.

Kita tunggu arahan pengadilan dan kordinasi kejaksaan. Perkara pidananya sudah duluan. Jadi hal ini akan dikoordinasikan dengan para pihak untuk proses hukum lebih lanjut" kata mantan Kapolres Rokan Hulu. Ditambahkannya bahwa "Saat ini penyidik sedang mendalami, mengembangkan terkait adanya indikasi jual beli lahan oleh tersangka," tandas Hasyim.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan, AKP Teddy Ardian SIK menyebutkan proses pengembangan dan pendalaman kasus perambahan TNTN menyasar para pihak yang terlibat membeli lahan dalam jumlah besar alias cukong maupun pemodalnya.

Praktik jual beli menggunakan surat hibah dari Batin Arifin kepada anak kemenakan yang pada kenyataannya bukan warga tempatan, melainkan masyarakat pendatang atau orang yang tinggal di luar Pelalawan. "Surat hibah itu harus ke anak kemenakan atau warga tempatan, bukan warga di luar. Kami sudah mendapatkan dokumennya siapa saja yang menikmati itu," tutur Kasat Teddy. Pendalaman kasus itu mengarah ke cukong lahan juga bersamaan dengan munculnya nama mantan jaksa terkenal Cyrus Sinaga yang dikabarkan memiliki lahan hingga 300 hektar di TNTN.

Saat ini lahan itu telah ditanami kebun sawit yang disebut-sebut di beli dari tersangka Arifin. "Penyidik komit membongkar sampai ke cukongnya. Kita tak mau lagi tanah di TNTN ini dijual terus sampai habis untuk dijadikan perkebunan sawit," tandasnya. (Yusuf Situmorang)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Senin, 09/09/2019 - 13:55:51 WIB
Karena Hutang tidak kunjung dibayar, Kepala BPKAD Kuansing diposting oleh Akun FB Putri Permatasari
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Minggu, 01/09/2019 - 15:38:55 WIB
Pantun Dan Rasa Haru Hiasi Pisah Sambut Kapolsek Kemuning
Minggu, 20/01/2019 - 09:46:38 WIB
Seorang Nenek Rela Terbunuh Demi Selamatkan 3 Orang Cucunya
Jumat, 30/11/2018 - 23:38:41 WIB
Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Vonis Zifrizal 1,8 Tahun Penjara
Kamis, 30/08/2018 - 09:55:20 WIB
Dalam Hitungan Jam , Pelaku Pembunuhan Diperkebunan Pt Adei Berhasil Ditangkap Buser Pinggir
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved