Oleh  "Muhammad Syafiie el-Bantanie

">
Minggu, 25 08 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

15:24 WIB - Menkominfo RI Akan Kukuhkan Kepengurusan Persada.id. Bupati Inhil Hadir Sebagai Dewan Pembina | 15:24 WIB - Menkominfo RI Akan Kukuhkan Kepengurusan Persada.id. Bupati Inhil Hadir Sebagai Dewan Pembina | 15:24 WIB - Bapak Menjabat Bupati, Anak Ketua DPRD, Formasi Riau Minta Hentikan Dinasti Politik Di Riau | 15:24 WIB - Pemda Akan Carikan Solusi Bagi Korban Yang Terkenak Dampak Kebakaran Di Pasar Terapung | 15:24 WIB - Pembobol Rumah Di Silangkitang Di Bekuk Warga | 15:24 WIB - Gubernur Riau: Pemda Akan Segera Mencari Solusi Bagi Para Pedagang Korban Kebakaran
OPINI
KEBIJAKAN SALAH OBAT
Jumat, 13/07/2018 - 20:00:26 WIB

Sejumlah kisruh di
berbagai daerah tak bisa dielakkan akibat lahirnya kebijakan prematur dan minim
kajian lapangan dari Mendikbud tentang Sistem Zonasi dalam PPDB (penerimaan
peserta didik baru). Kebijakan ini diatur dalam Permendikbud Nomor 17 2017 yang
disempurnakan dalam Permendikbud Nomor 14 2018. Inti dari kebijakan ini adalah
faktor jarak rumah dan sekolah menjadi pertimbangan utama dalam PPDB.
Sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Mendikbud, mengungkapkan bahwa maksud dari
sistem zonasi PPDB adalah untuk menghilangkan stigma sekolah favorit dan non
favorit (istilah Mendikbud “kastanisasi’) serta pemerataan kualitas sekolah.


 



Tujuan Mendikbud
sebenarnya mulia. Namun, menurut hemat saya, kebijakan Mendikbud salah obat.
Analoginya, penyakitnya batuk, tapi obatnya malah diberikan Amoxilin.
Menghilangkan “kastanisasi” sekolah dan pemerataan kualitas sekolah bukan
dengan sistem zonasi PPDB. Melainkan, dengan pembinaan para kepala sekolah dan
guru secara komprehensif dan bersinambungan. Ini yang tidak optimal dilakukan
oleh pemerintah. Kalaupun ada pelatihan-pelatihan yang dilakukan untuk para
kepala sekolah dan guru, tanyakan kesinambungannya dan seperti apa kualitas dan
bobotnya.



 



Untuk itulah,
pemerintah semestinya menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga sosial yang
bergerak di bidang pendidikan, untuk bekerjasama meningkatkan mutu para kepala
sekolah dan guru yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas
sekolah. Sehingga, tidak ada lagi “kastanisasi” sekolah.



 



Pengalaman Dompet
Dhuafa Pendidikan, lembaga sosial yang fokus menyelenggarakan model pendidikan
berkualitas bagi masyarakat marjinal, di lapangan menunjukan pemerintah seperti
kurang serius terhadap peningkatan mutu para kepala sekolah dan guru. Kami
telah berulang kali membuka audiensi dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah
untuk membuat program peningkatan mutu para kepala sekolah dan guru, namun
selalu menemui jalan buntu.



 



Alih-alih membuat
kebijakan kontroversial semisal sistem zonasi PPDB lebih baik Kemendikbud
serius mengkaji sistem pembinaan kepala sekolah dan guru agar “kastanisasi”
sekolah memudar dan peningkatan kualitas sekolah terjadi secara alami. Tanpa
perlu dipaksakan lewat kebijakan instan sistem zonasi PPDB yang telah banyak
melahirkan korban, seperti calon siswa bunuh diri, demonstrasi orangtua calon
siswa, sampai penyandraan kepala dinas pendidikan sebagaimana dilansir CNN
Indonesia


Penulis adalah Direktur
Dompet Dhuafa Pendidikan, Founder Sahabat Remaja





Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Minggu, 20/01/2019 - 09:46:38 WIB
Seorang Nenek Rela Terbunuh Demi Selamatkan 3 Orang Cucunya
Jumat, 30/11/2018 - 23:38:41 WIB
Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Vonis Zifrizal 1,8 Tahun Penjara
Kamis, 30/08/2018 - 09:55:20 WIB
Dalam Hitungan Jam , Pelaku Pembunuhan Diperkebunan Pt Adei Berhasil Ditangkap Buser Pinggir
Jumat, 16/08/2019 - 14:31:00 WIB
Plt, Bupati Labuhanbatu Ikuti Rapat Paripurna Dan Pembacaan Pidato Presiden RI
Plt, Bupati Labuhanbatu Ikuti Rapat Paripurna Dan Pembacaan Pidato Presiden RI
Minggu, 19/05/2019 - 18:01:14 WIB
PKS Bawa Fitnah Penggelembungan Suara di Mandau dan C1 Aspal Ke Ranah Hukum.
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved