Oleh ; DR. Muhamad Nurul Huda


Kasus yang terakhir yang masih hangat dipikiran publik ialah tertangkapnya Hakim&am">
Jum'at, 22 November 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

08:34 WIB - Sempena HPN Tahun 2020 GAPKI Riau Pendukung Utama LKTW Raja Ali Kelana | 08:34 WIB - Wabup Ucapkan Selamat Atas Peresmian Pos Koramil 02 Gunung Kijang. | 08:34 WIB - Upsus Sertu Susiawan Bersama Petani Binannya Ikut Tanam Padi | 08:34 WIB - Sengketa Kelompok Tani Kec Batangtuaka dan PT. SAGM / YLKI Bawa KEJAKARTA Untuk Perjuangkan Haknya | 08:34 WIB - Calon Kepala Desa Tanah Merah Nomor Urut 1, Siren Friendly disambut hangat masyarkat RW. 10 | 08:34 WIB - Semua Saksi Sudah Dipanggil, Dalam Waktu Dekat Akan Ada Penetapan Tersangka
OPINI
Demam Korupsi Negara Kepulauan
Senin, 26/08/2019 - 06:38:18 WIB

Jagad hukum di Indonesia setiap hari selalu diberitakan tentang korupsi dan kelakuan pejabat yang jauh dari ideal. Persoalan ini seakan-akan tidak ada habisnya. Muncul pertanyaan kemudian ialah sebenarnya apa yang salah dari bangsa ini sehingga demam korupsi di Indonesia tidak sembuh-sembuh, dan bahkan demamnya semakin mengganas dan masih belum ditemukan obatnya.

Kasus yang terakhir yang masih hangat dipikiran publik ialah tertangkapnya Hakim Mahkamah Konstitusi (sekarang sudah diberhentikan oleh MKH MK) Akil Muchtar. Publik terkejut dan tidak menyangka bahwa sekelas Hakim Konstitusi bisa terkena demam korupsi. Tidak cukup sampai tertangkapnya Akil karena korupsi tetapi juga ditemukannya narkoba diruang kerja Akil.

Cerita Akil sebenarnya bukanlah akhir sinetron dalam pemberantasan korupsi dan kelakuan pejabat yang tidak baik. masih banyak pejabat negara selain Akil yang bejat yang belum tertangkap, hanya saja itu persoalan waktu dan “kebejoan”nya. Pejabat yang baik tentu ada, tetapi tidak berani tampil, karena mereka lebih banyak menyerahkan semuanya kepada tuhan yang maha esa.

Lantas, kapan berakhir demam korupsi negara kepulauan ini, yang pasti sepanjang penegak hukummasih merasa enggan untuk menangkap dan menghukum seberat-beratnya pelaku korupsi, korupsi akan terus ada dengan modus yang baru. Modus baru yang sekarang berkembang ialahkorupsi pengaruh. Pengaruh tersebutlah yang dijual ke swasta, yang kemudian swasta dan swastalah yang bermain dalam berbagai kebijakan publik. Salah satu contohnya ialah impor daging yang melibatkan LHI, Fathanah dan korporasi swasta.

Sulit memang untuk membuktikan korupsi pengaruh. Karena korupsi pengaruh selain sulitnya mendapatkan barang bukti, korupsi pengaruh jika dilihat sepintas tidak ada yang salah secara hukum. Untuk membuktikan korupsi pengaruh ialah terlebih dahulu harus dilihat dalam perspektif ilmu lain untuk menilainya terlebih dahulu. Sebagai contoh apabila keluarga/Kolega Sebelumnya tidak pernah memegang perusahaan, akan tetapi setelah salah satu keluarga/koleganya punya jabatan publik kemudian mendirikan perusahaan dan memenangkan tender. Tentu disini patut dipertanyakan, mengapa baru mendirikan perusahaan? Mengapa tender yang dimenangkan tersebut terkait dengan jabatan keluarga dan koleganya. Disinilah dibutuhkan ilmu diluar hukum untuk menilainya.

Harus diakui memang, ini merupakan pekerjaan sulit. Tetapi, tidak ada pekerjaan yang sulit selama seluruh elemen masyarakat bersungguh-sungguh untuk mencari memberantas dan mencegah korupsi. Semoga!!...

Penulis adalah seorang doktor hukum di Fakultas Hukum Universitas Islam Riau.

Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Senin, 09/09/2019 - 13:55:51 WIB
Karena Hutang tidak kunjung dibayar, Kepala BPKAD Kuansing diposting oleh Akun FB Putri Permatasari
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Minggu, 01/09/2019 - 15:38:55 WIB
Pantun Dan Rasa Haru Hiasi Pisah Sambut Kapolsek Kemuning
Minggu, 20/01/2019 - 09:46:38 WIB
Seorang Nenek Rela Terbunuh Demi Selamatkan 3 Orang Cucunya
Jumat, 30/11/2018 - 23:38:41 WIB
Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Vonis Zifrizal 1,8 Tahun Penjara
Kamis, 30/08/2018 - 09:55:20 WIB
Dalam Hitungan Jam , Pelaku Pembunuhan Diperkebunan Pt Adei Berhasil Ditangkap Buser Pinggir
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved