Senin, 18 November 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

14:58 WIB - Kebakaran Lahan Di Desa Tanah Merah, Wilayah PT Sambu | 14:58 WIB - Pria 50 Tahun Ditangkap Polres Pelalawan Karna Membawa Shabu | 14:58 WIB - Ketua DPRD Bengkalis H. Khairul Umam Hadiri peresmian (SMP) Islam Terpadu Al-I'Tidalussunny | 14:58 WIB - Pengembangan Ekonomi Kemasyarakatan, Melalui UMKM | 14:58 WIB - Meresmikan SMP Islam Terpadu Pesantren Al- I’tidalussunny, Kasmarni Amril Dapat Kejutan | 14:58 WIB - Bersama Masyarakat Kampung Olak, Sertu Ardhi Laksanakan Patroli dan Sosialisasi Karlahut
OPINI
Kelapa Sawit Sebagai Komoditas Tulang Punggung Perekonomian Indonesia
Jumat, 08/11/2019 - 21:21:35 WIB

Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri sebagai bahan baku penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. 

Kelapa sawit memiliki peranan krusial dalam 
industri minyak yaitu menjadi substitusi kelapa sebagai sumber bahan baku banyak produk kebutuhan. 

Perkebunan kelapa sawit menjanjikan keuntungan yang cukup fantastis sehingga banyak pihak tergoda untuk mongonversi hutan dan perkebunan lama menjadi perkebunan kelapa sawit. 

Pesatnya pembukaan lahan sawit sukses menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. 

Adapun letak pesebaran perkebunan didominasi oleh daerah seperti Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. 

Dari 25 Provinsi yang menjadi rumah bagi perkebunan sawit, Provinsi Riau merupakan provinsi dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia yaitu 2,26 juta hektar atau sekitar 22,40% dari total perkebunan sawit pada tahun 2017.

Meningkatnya kebutuhan minyak nabati domestik serta besarnya potensi ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/cpo) telah memicu pesatnya pertumbuhan luas kebun sawit di tanah air. 

Luas lahan kelapa sawit hampir selalu mengalami lonjakan selama empat tahun terakhir, kecuali pada tahun 2016 yang turun sebesar 0.52%. 

Pada tahun 2013 lahan perkebunan kelapa sawit Indonesia tercatat seluas 10.47 juta hektar, tetapi di tahun 2017 meningkat menjadi 12.30 juta hektar.

 Perubahan luas yang terjadi dalam 4 tahun tersebut menambah lahan yang luasnya hampir sama dengan 20 kali luas Jakarta. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) subdirektorat statistik tanaman perkebunan, berbeda dengan luas area kelapa sawit yang sempat mengalami penurunan, perkembangan produksi minyak sawit (Crude Palm Oil) dari tahun 2013 sampai dengan 2016 selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2013 produksi minyak sawit (CPO) berada di kisaran 17,77 juta ton, kemudian meningkat menjadi 31,49 juta ton pada tahun 2016
atau terjadi peningkatan 77,18 persen. 

Sementara itu, di tahun 2017 diperkirakan produksi minyak sawit (CPO) meningkat menjadi 34,47 juta ton atau sebesar 9,46 persen.

Berdasarkan catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), produksi minyak sawit berkorelasi positif dengan naiknya ekspor minyak sawit (CPO), ekspor minyak sawit juga memperlihatkan peningkatan dari tahun ke tahun. 

Tren kenaikan ekspor minyak sawit dari tahun 2013 hingga 2017 selalu bertambah, kecuali pada tahun 2016 yangmengalami penurunan.

 Angka peningkatan ekspor itu berkisar antara 9,44 sampai dengan 16,06 persen per tahun, terkecuali tahun 2016 ketika mengalami penurunan sebesar 13,96 persen.

 Secara lebih rinci, pada tahun 2013 total volume ekspor mencapai 22,22 juta ton dengan total nilai sebesar US$ 17,14 milyar, lalu meningkat menjadi 29,07 juta ton pada tahun 2017 dengan total nilai sebesar US$ 20,72 Milyar.

Berikut Grafik Perkembangan Volume dan Nilai Ekspor Minyak Sawit, 2013-2017,Sumber Data : Publikasi BPS, 2017

Produksi minyak kelapa sawit Indonesia sebagian besar diekspor ke mancanegara dan sisanya dipasarkan di dalam negeri. Ekspor minyak kelapa sawit negeri ini telah menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa dengan pangsa utama di Asia. 

Data tahun 2017 menunjukkan lima besar negara pengimpor CPO Indonesia diduduki India, Belanda, Singapura, Italia, dan Spanyol. 

Berada di peringkat pertama, volume ekspor ke India mencapai 4,63 juta ton dengan nilai US$ 3.068 juta.

Melihat signifikansi produksi dan penjualan kelapa sawit bagi perekonomian negara,sudah seharusnya komoditas ini mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah. 

Sebab, mayoritas kepemilikan lahan kelapa sawit dikuasai oleh rakyat. Di sisi lain, masifnya ekspor CPO ke banyaknya negara mengindikasikan bahwa negara-negara yang bersangkutan  memiliki dependensi cukup kuat pada ekspor kelapa sawit Indonesia. 

Sehingga, di titik ini, dengan meletakkan perhatian pada sektor kelapa sawit, artinya pemerintah memperhatikan 
kesejahteraan rakyat di ranah domestik.

 Di saat yang bersamaan, pembuatan regulasi yang penuh konsiderasi matang juga akan menguntungkan Indonesia dalam percaturan perekonomian global. Ini terjadi karena ada hubungan yang positif antara meningkatnya cadangan devisa dari hasil ekspor CPO dengan upaya untuk menyejahterakan rakyat, termasuk para petani sawit. 

Tanpa perhatian dan kebijakan yang cukup dari pemerintah sebagai pembuat keputusan, maka menjamurnya lahan dan industri sawit justru akan merugikan Indonesia, misalnya dari segi analisis kerusakan lingkungan, penetapan standar kerja buruh sawit yang 
minim, hingga perusahaan sawit asing yang memunculkan banyak masalah dalam proses 
operasionalnya.***
Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Senin, 09/09/2019 - 13:55:51 WIB
Karena Hutang tidak kunjung dibayar, Kepala BPKAD Kuansing diposting oleh Akun FB Putri Permatasari
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Minggu, 01/09/2019 - 15:38:55 WIB
Pantun Dan Rasa Haru Hiasi Pisah Sambut Kapolsek Kemuning
Minggu, 20/01/2019 - 09:46:38 WIB
Seorang Nenek Rela Terbunuh Demi Selamatkan 3 Orang Cucunya
Jumat, 30/11/2018 - 23:38:41 WIB
Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Vonis Zifrizal 1,8 Tahun Penjara
Kamis, 30/08/2018 - 09:55:20 WIB
Dalam Hitungan Jam , Pelaku Pembunuhan Diperkebunan Pt Adei Berhasil Ditangkap Buser Pinggir
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved