Sabtu, 14 Desember 2019 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

08:37 WIB - Menakjubkan, Dalam Waktu 22 Hari Kapolres Pelalawan Sikat 21 Tersangka Narkoba Jenis "Shabu" | 08:37 WIB - Warga Bunsur Dan Mengkapan Geram Lahannya Diserobot PT Arara Abadi | 08:37 WIB - BHABINKAMTIBMAS DS,BRIPKA LUPIS DIANTO.MELAKUKAN GIAT JUM, AT BAROKAH | 08:37 WIB - Bersama KA.TP PKK, Bupati Labuhanbatu Hadiri Peringatan Hari Ibu ke 91 | 08:37 WIB - Danramil 12/Pwk Sabak Auh bersama Babinsa Maksimalkan Jaga keamanan Wilayahnya, | 08:37 WIB - Danramil 05/Rupat Kapt Inf Sagino : Melalui Goro Ciptakan Sinergisitas TNI dan Masyarakat
OPINI
DILEMA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PROVINSI RIAU
Kamis, 21/11/2019 - 16:34:12 WIB

Elaeis guineensis merupakan komoditas unggulan sektor perkebunan nomor 1 di Indonesia.

Elaeis guineensis atau lebih dikenal dengan kelapa sawit merupakan salah satu hasil produksi perkebunan Indonesia yang kaya akan manfaat. Hasil olahannya yang berupa Crude Palm Oil (CPO) selanjutnya dapat diolah menjadi berbagai produk bermanfaat seperti minyak goreng, sabun, obat-
obatan, biodiesel, dan lain-lain.

Produksi Kelapa Sawit Indonesia
Kelapa sawit merupakan jenis tanaman yang hidup di lingkungan dengan iklim tropis seperti 
Indonesia. Jumlah populasi tanaman kelapa sawit di perkebunan Indonesia dapat dikatakan cukup 
besar. Indonesia merupakan negara dengan produksi kelapa sawit terbesar di dunia, disusul oleh 
Malaysia, Thailand, dan Columbia. 
Menurut data yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perkebunan, jumlah produksi kelapa 
sawit di Indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar 40.567.230 ton. Angka ini jika dibandingkan 
dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2017 jumlah produksi kelapa 
sawit di Indonesia sebesar 37.965.224 ton. Sehingga dapat dikatakan bahwa produksi kelapa sawit 
Indonesia pada tahun 2018 mengalami pertumbuhan sebesar 6,85%. Jika dilakukan peramalan pada 
tahun 2019 diprediksi jumlah produksi kelapa sawit di Indonesia adalah sebesar 42.869.429 ton atau 
mengalami pertumbuhan sebesar 5,68%. Jika dilihat secara umum, jumlah produksi sawit Indonesia 
dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan.
Produksi Kelapa Sawit Riau
Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal akan komoditas di sektor 
perkebunannya yaitu kelapa sawit. Riau merupakan provinsi dengan jumlah produksi kelapa sawit 
terbesar di Indonesia. Pada tahun 2018 21,17% produksi kelapa sawit Indonesia berasal dari provinsi 
ini yaitu sebesar 8.586.379 ton. Angka ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami 
peningkatan, dimana pada tahun 2017 jumlah produksi kelapa sawit di provinsi Riau sebesar 
8,113,852 ton. Sehingga dapat dikatakan bahwa produksi kelapa sawit provinsi Riau pada tahun 2018 
mengalami pertumbuhan sebesar 5,82%. Jika dilakukan peramalan pada tahun 2019 diprediksi 
jumlah produksi kelapa sawit di provinsi adalah sebesar 42.869.429 ton atau mengalami pertumbuhan 
sebesar 

Jumlah produksi kelapa sawit provinsi Riau terhitung dari tahun 2016 hingga tahun 2019 
cenderung mengalami peningkatan. Demikian juga dengan luas lahan panennya yang juga cenderung 
mengalami peningkatan. Hal ini tentunya dapat berdampak baik sekaligus buruk bagi provinsi Riau 
sendiri. 
Peningkatan jumlah produksi kelapa sawit di provinsi Riau dapat berdampak baik karena 
dapat menambah pendapatan daerah. Selain itu peningkatan jumlah produksi kelapa sawit juga dapat 
menekan angka pengangguran di Provinsi Riau. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian 
Perindustrian Republik Indonesia setidaknya terdapat 31 perusahaan yang bergerak dibidang 
pengelolaan kelapa sawit di provinsi Riau. Dan berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala 
Bappenas Bambang Brodjonegoro, terdapat sekitar 16,2 juta orang yang bekerja di sektor 
perkebunan kelapa sawit pada tahun 2018. Angka ini menunjukkan bahwa industri kelapa sawit di 
provinsi Riau cukup membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran yang ada.
Namun dibalik dampak positif dari peningkatan produksi kelapa sawit yaitu dapat menekan 
angka pengangguran, terdapat dampak negatif dari hal tersebut dimana banyak orang yang belum 
mengetahuinya. Perkebunan kelapa sawit adalah salah satu faktor penyebab penggundulan hutan di 
Indonesia semakin tinggi. Hutan Indonesia banyak ditebang untuk kemudian diganti menjadi 
perkebunan kelapa sawit. Secara tidak sadar, Indonesia kini sedang menyakiti dirinya sendiri dengan 
merusak kekayaan alamnya yang merupakan pelindungnya. Hutan yang dikenal sebagai paru-paru 
bumi dirusak dan digantikan dengan perkebunan yang justru dapat merusak alam Indonesia. Selain 
itu, penebangan hutan juga berakibat pada rusaknya ekosistem hayati dan habitat hewan-hewan liar. 
Hal lain yang menjadi dampak negatif dari tanaman kelapa sawit adalah cara pembukaan 
lahan yang salah oleh sebagian masyarakat. Sebagian besar masyarakat membuka lahan untuk 
kemudian dijadikan sebagai perkebunan kelapa sawit adalah dengan cara membakar lahan tersebut. 
Pembakaran lahan akan sangat berdampak buruk karena dapat memicu pemanasan global dan 
merusak kualitas udara sehingga dapat mengganggu kesehatan masyarakatnya. Tidak jarang pula 
kebakaran lahan di Indonesia akibat pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit menjadi 
penyebab konflik antara negara Indonesia dengan negara-negara tetangga.
Kelapa sawit merupakan tanaman yang tidak dapat menyerap air seoptimal tanaman-tanaman 
lainnya, yang berarti tanaman kelapa sawit tidak dapat menyimpan air dengan baik, sehingga bila 
hujan turun tidak dapat mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor. Namun pada musim kemarau, 
tanaman kelapa sawit akan menyerap banyak unsur hara dan air dari dalam tanah sehingga dapat 
memicu terjadinya kekeringan. Selain itu hal ini juga dapat mengakibatkan kerusakan pada tanah 
akibat penyerapan unsur hara dan air yang berlebihan.
Selain dampak negatif yang ditimbulkan langsung dari tanaman kelapa sawit, terdapat juga 
dampak negatif yang ditimbulkan oleh industri pengelolahan kelapa sawit. Limbah cair dan gas buang 
yang dihasilkan dari industri-industri kelapa sawit dinilai dapat memicu terjadinya pemanasan global. 
Industri kelapa sawit dinilai tidak ramah lingkungan dan limbahnya pun cukup berbahaya. 
Perkebunan kelapa sawit memang dapat meningkatkan pendapatan daerah maupun negara 
serta dapat menekan angka pengangguran. Namun efek negatif yang ditimbulkan terhadap 
lingkungan serta ekosistemnya juga sangat besar. Pemerintah diharapkan dapat bijak dalam 
mengambil keputusan dalam mengangani hal ini. Perkebunan kelapa sawit mungkin tetap dapat 
dipertahankan namun jika bisa luas lahannya sebaiknya dikurangi dan dialih fungsikan menjadi hutan. 
Dengan luas lahan kelapa sawit yang ada sebaiknya pemerintah dapat menemukan cara-cara untuk 
meningkatkan produktivitas kelapa sawit sehingga dengan luas lahan yang terbatas dapat dihasilkan 
produksi kelapa sawit yang cukup besar. Dan juga sebaiknya pemerintah lebih tegas dalam 
mengawasi industri-industri kelapa sawit yang ada terutama dalam hal pengelolahan limbah sehingga 
tidak merusak lingkungan.

Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Senin, 09/09/2019 - 13:55:51 WIB
Karena Hutang tidak kunjung dibayar, Kepala BPKAD Kuansing diposting oleh Akun FB Putri Permatasari
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Minggu, 01/09/2019 - 15:38:55 WIB
Pantun Dan Rasa Haru Hiasi Pisah Sambut Kapolsek Kemuning
Minggu, 20/01/2019 - 09:46:38 WIB
Seorang Nenek Rela Terbunuh Demi Selamatkan 3 Orang Cucunya
Jumat, 30/11/2018 - 23:38:41 WIB
Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Vonis Zifrizal 1,8 Tahun Penjara
Kamis, 30/08/2018 - 09:55:20 WIB
Dalam Hitungan Jam , Pelaku Pembunuhan Diperkebunan Pt Adei Berhasil Ditangkap Buser Pinggir
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved